“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya.” (QS. Ibrahim: 34)
Ayat ini menjadi pengingat bahwa ujian dan kesedihan bukanlah alasan untuk berhenti bersyukur. Justru dengan terus mengingat nikmat Allah yang tak terhitung jumlahnya, hati akan menjadi lebih lapang dan bahagia.
Ustadz Musyaffa’ menegaskan, rasa syukur tidak hanya cukup diucapkan dengan lisan, tetapi juga harus tercermin melalui perbuatan dan keikhlasan hati dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Dengan mensyukuri nikmat Allah melalui lisan, anggota badan, dan hati, ia meyakini kebahagiaan akan lebih mudah hadir dalam kehidupan seorang hamba.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
