MEDAN, iNewsMedan.id - Aksi tawuran antarwarga yang kembali pecah di Kecamatan Medan Belawan memakan korban jiwa tak berdosa. Asni Anggraini, seorang bocah malang berusia empat tahun, harus dilarikan ke rumah sakit setelah sebuah peluru senapan angin bersarang di pelipis matanya, Selasa (6/1/2026).
Hingga saat ini, balita tersebut masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Pirngadi Medan dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.
Ibu kandung korban, Romanda, menceritakan peristiwa memilukan itu terjadi saat ia dan anaknya sedang melintas menumpangi becak bermotor (betor) di kawasan Jalan Kolonel Yosudarso, Medan Belawan. Saat itu, situasi sedang memanas akibat adanya bentrokan antarwarga.
"Saat sedang melintas naik becak, tiba-tiba anakku menjerit menangis histeris. Pas saya lihat, pelipis matanya sudah mengeluarkan darah," kenang Romanda dengan nada bergetar saat ditemui di RS Pirngadi.
Romanda baru menyadari bahwa anaknya menjadi korban peluru nyasar dari salah satu pihak yang terlibat tawuran. Peluru yang diduga berasal dari senapan angin tersebut masuk cukup dalam ke bagian pelipis mata korban.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
