Salah satu indikator keberhasilan program adalah jumlah sampah plastik yang berhasil dikelola oleh para penerima manfaat.
Ia menyebutkan, program tersebut menetapkan target pengelolaan sebanyak 3.000 ton sampah plastik.
Selama 13 bulan pelaksanaan tahap pengembangan bisnis, para penerima manfaat memanfaatkan dukungan dari program untuk meningkatkan aktivitas usaha sekaligus mengumpulkan dan mengelola sampah plastik.
Menurutnya, capaian pengelolaan sampah plastik tersebut melampaui target yang ditetapkan. Total capaian disebut mencapai sekitar 4.000 ton, dengan salah satu penerima manfaat, Warama, turut memberikan kontribusi terhadap capaian tersebut.
“Target ketercapaian pengelolaan sampah itu 3.000 ton plastik. Selama 13 bulan, para penerima manfaat bekerja keras memanfaatkan dukungan yang didapatkan dari program untuk mengembangkan usaha sekaligus mengumpulkan sampah plastik. Totalnya kita mendapatkan sekitar 4.000 ton, sehingga ketercapaiannya mencapai 437 persen,” ujarnya.
Capaian tersebut menjadi salah satu hal yang membanggakan dalam pelaksanaan program.
Para pelaku usaha terus berupaya menjalankan aktivitas pengelolaan sampah meskipun menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
Selain mendorong peningkatan volume sampah yang dikelola, SULE-WM juga memberikan perhatian pada penguatan kapasitas pelaku usaha dan pekerja di sektor informal.
Pelatihan menjadi salah satu bentuk dukungan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan para pihak yang terlibat dalam rantai pengelolaan sampah.
Program ini juga mendorong penguatan hubungan bisnis antara perusahaan pengelola sampah atau waste management enterprise (WAE) dengan mitra usaha, termasuk kontraktor dan pelanggan.
Ia menjelaskan, kesepakatan bisnis yang saling menguntungkan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha pengolahan sampah.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
