Atasi Budaya Konsumtif, Mahasiswa Medan Diajak Cerdik Mengelola Uang

Odi Siregar
Narasumber memberikan penjelasan saat merespons pertanyaan peserta dalam acara Financial Literacy on the Way di Gedung Digital Library Unimed, Medan, Kamis (22/10/2026). Foto: Istimewa

MEDAN, iNewsMedan.id - Maraknya tawaran layanan keuangan digital di kalangan generasi muda sering kali tidak sejalan dengan tingkat pemahaman risiko. Akibatnya, sebagian mahasiswa rentan menghadapi masalah keuangan pribadi akibat pola konsumtif dan minimnya pengetahuan dasar mengenai pengelolaan kas.

Guna menjawab tantangan tersebut, diskusi publik bertajuk "FINANCIAL LITERACY ON THE WAY: Mandiri Finansial Dimulai Hari Ini" digelar di Gedung Digital Library Universitas Negeri Medan (Unimed), Kamis (22/10/2026). Acara ini memfokuskan pembahasan pada strategi pengelolaan uang secara cerdik dan terencana bagi mahasiswa.

Melalui program Pegadaian Peduli, PT Pegadaian (Persero) mengemas acara ini secara interaktif sebagai wujud dukungan terhadap peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya kelompok akademisi di Medan.

Diskusi publik ini dipandu oleh jurnalis senior Heru Margianto selaku moderator dan menghadirkan tiga narasumber utama. Mereka adalah Kepala Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Sumut, Yovvi Sukandar; Marketing Sales Senior BtOB Senior Area I Medan, Irma Pratiwi; serta Penyuluh Anti Korupsi Pegadaian Kantor Wilayah I Medan, Donald Estefanussia Kiroh.

Mengenai pentingnya kegiatan ini, Direktur Jaringan dan Operasi PT Pegadaian (Persero), Eka Pebriansyah, memberikan penjelasannya dalam kesempatan terpisah. Ia menegaskan bahwa potensi besar anak muda sebagai penggerak ekonomi harus diimbangi dengan kebijaksanaan dalam mengelola keuangan sejak dini.

"Melalui program Financial Literacy on the Way, Pegadaian berkomitmen memperluas literasi dan inklusi keuangan dengan menghadirkan edukasi yang praktis, relevan, dan mudah dipahami. Kami berharap mahasiswa tidak hanya mampu mengambil keputusan finansial yang tepat, tetapi juga menjadi agen literasi keuangan yang membawa dampak positif bagi lingkungan sekitarnya," ujar Eka.

Sesi pemaparan materi diawali oleh Yovvi Sukandar dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menyoroti pentingnya kehati-hatian mahasiswa dalam mengenali produk keuangan dan legalitas lembaga. Ia menekankan perlunya sinergi lintas sektor guna melindungi konsumen muda dari kejahatan keuangan digital.

"Kehadiran OJK dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap kolaborasi lintas sektor antara industri, institusi pendidikan, dan media. Kami ingin memastikan mahasiswa tidak hanya cakap memanfaatkan produk dan layanan keuangan yang ada, tetapi juga paham betul bagaimana mengelola risiko, mengenali legalitas lembaga keuangan, serta menggunakannya secara aman dan bertanggung jawab," ungkap Yovvi Sukandar.

Editor : Jafar Sembiring

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network