MEDAN, iNewsMedan.id - Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan mengucurkan dana Rp30 miliar selama tiga tahun demi merenovasi fasilitas kampus. Langkah ini diambil untuk mendongkrak daya saing kampus di tengah persaingan penerimaan mahasiswa baru dan standar mutu pendidikan yang makin tinggi.
Menurut Ketua Umum Pengurus Yayasan UHN, Dr. Effendi Muara Sakti Simbolon, alokasi dana dipatok Rp10 miliar per tahun untuk periode 2026–2028. Meski begitu, Effendi menganggap nominal tersebut belum cukup untuk membawa UHN unggul atas perguruan tinggi pesaing di Sumatera Utara.
“Kita memerlukan suntikan investasi untuk membangun universitas ini. Kita tidak bisa hanya bangga dengan sejarah dan nama besar, tetapi harus memiliki kemauan untuk terus membenahinya,” ujar Effendi dalam sambutan pada Rapat Terbuka Senat dalam rangka Wisuda Ahli Madya, Sarjana, Profesi, dan Magister Periode II Tahun 2026 bertema “UHN Peduli Membangun Keunggulan dan Berdampak” di Auditorium UHN, Jumat (23/10/2026).
Dalam acara tersebut, sebanyak 1.005 lulusan diwisuda dan dilantik oleh Rektor UHN Medan, Dr. Richard A.M. Napitupulu, S.T., M.T.
Effendi menjelaskan, keterbatasan sarana dan prasarana menjadi salah satu persoalan yang perlu segera diatasi. Kondisi tersebut dinilai memengaruhi daya tarik kampus bagi calon mahasiswa dan orang tua, terutama di tengah persaingan antarperguruan tinggi.
UHN juga masih menghadapi tantangan dalam penerimaan mahasiswa baru. Effendi mengatakan, pihak yayasan berupaya menahan penurunan jumlah mahasiswa, meskipun sejumlah fakultas masih mengalami penurunan. Di sisi lain, Fakultas Kedokteran mencatat pertumbuhan penerimaan mahasiswa lebih dari 30 hingga 40 persen, sedangkan Fakultas Hukum dan Fakultas Teknik disebut masih menunjukkan kinerja yang baik.
Persoalan lain muncul dalam pelaksanaan pembenahan fasilitas. Effendi menyoroti lambatnya proses tender perbaikan pada tahun ini sehingga pengerjaan belum rampung ketika kegiatan perkuliahan dan penerimaan mahasiswa baru berlangsung. Akibatnya, hasil pembenahan belum dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjukkan peningkatan fasilitas kepada calon mahasiswa.
Untuk mempercepat pengembangan kampus, yayasan juga terus berupaya mencari sumber pendanaan melalui investasi serta fasilitas kredit berjangka dari perbankan, baik Bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), bank swasta, maupun lembaga keuangan luar negeri.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
