Kapolri pun mewanti-wanti jajaran agar mewaspadai beragam potensi gangguan kamtibmas selama masa mudik Lebaran, mencakup tindak kriminalitas konvensional, aksi premanisme, balapan liar, hingga risiko bentrokan antar kelompok.
Maka dari itu, semua personel diinstruksikan memperkuat patroli rutin serta menggandeng unsur pengamanan swakarsa demi menjaga situasi tetap kondusif.
Selain fokus keamanan, petugas diminta memantau ketersediaan serta kestabilan harga kebutuhan pokok maupun kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) selama libur panjang Lebaran.
Di sisi lain, Kapolri menitikberatkan pentingnya kewaspadaan terhadap ancaman cuaca ekstrem. Merujuk prediksi BMKG, cuaca saat periode mudik diperkirakan didominasi kondisi berawan hingga hujan lebat, sehingga potensi bencana hidrometeorologi perlu diantisipasi.
“Seluruh rangkaian operasi harus ditopang strategi komunikasi publik yang mumpuni, agar masyarakat memperoleh informasi akurat mengenai layanan polisi, pesan kamtibmas, hingga skema rekayasa lalu lintas,” jelasnya.
Kapolri juga memerintahkan optimalisasi layanan polisi 110 agar dapat memberikan pelayanan yang tanggap, cepat, dan memberikan solusi bagi masyarakat.
Menutup arahannya, Kapolri memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam pengamanan Operasi Ketupat 2026, termasuk TNI, kementerian, lembaga, dan seluruh mitra kamtibmas.
Ia menegaskan jika kesuksesan Operasi Ketupat merupakan tanggung jawab kolektif dari seluruh unsur pengamanan yang bertugas.
“Terus perkuat soliditas dan sinergitas dalam setiap penugasan, mari kita wujudkan mudik yang aman dan keluarga yang bahagia,” pungkas Kapolri.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
