Asim menuturkan, di Sumut hanya terganggu karena sulitnya pasokan di Kota Sibolga saat itu sehingga terimbas besar ke Kota Gunungsitoli.
Dengan adanya tindakan sigap dari pemerintah, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, provinsi, maupun kabupaten/kota, penanganan bencana di Sumatera Utara terutama pada masa tanggap darurat relatif sangat baik.
"Saat ini sudah bisa membuka akses, terutama beberapa daerah yang selama ini terisolasi," ungkap Asim.
Lebih lanjut, BPS Sumut mencatat Provinsi Sumatera Utara mengalami inflasi year-on-year (yoy) sebesar 4,66 persen pada Desember 2025. Angka ini dibarengi dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang berada di level 112,25.
"Kondisi inflasi di wilayah Sumatera Utara menunjukkan variasi yang cukup signifikan antarwilayah pantauan," ungkap Asim.
Menurutnya, kenaikan inflasi tahunan ini dipicu oleh naiknya indeks harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang kenaikan tertinggi, disusul oleh sektor pangan.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
