Bencana di Sumut Picu Hambatan Distribusi dan Lonjakan Inflasi

Isnaini Kharisma
Kepala BPS Sumut, Asim Saputra. Foto: Isnaini Kharisma

Inflasi year-on-year ini didorong oleh kenaikan harga di berbagai sektor. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya melonjak hingga 14,83 persen, sementara kelompok makanan, minuman, dan tembakau naik sebesar 8,44 persen.

Tak hanya itu, beberapa kelompok lain juga memberikan kontribusi terhadap inflasi, di antaranya: kesehatan naik 3,15 persen; pendidikan naik 2,82 persen; penyediaan makanan dan minuman/restoran naik 2,43 persen; pakaian dan alas kaki naik 1,57 persen; serta transportasi naik 1,37 persen.

Meskipun mayoritas mengalami kenaikan, ada dua kelompok yang mengalami deflasi atau penurunan indeks. Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga turun sebesar 0,28 persen, serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan yang turun tipis 0,02 persen.

BPS Sumut juga melaporkan tingkat inflasi month-to-month (mtm) pada Desember 2025 berada di angka 1,66 persen. Sementara itu, tingkat inflasi year-to-date (ytd) tercatat sama dengan angka tahunan, yakni sebesar 4,66 persen.

"Secara keseluruhan, pergerakan harga di akhir tahun ini dipengaruhi oleh pola konsumsi masyarakat dan fluktuasi harga di pasar yang tercermin dalam kenaikan IHK," pungkasnya.

Editor : Jafar Sembiring

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network