WALHI Sumut Tuding Aktivitas 7 Perusahaan di Tapanuli Penyebab Bencana Ekologis

Ismail
foto citra satelit (2024) bukaan hutan tambang emas di kec Batang Toru, kabupaten Tapanuli Selatan. Foto: Istimewa

MEDAN, iNewsMedan.id– Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumatera Utara menuding kerusakan lingkungan akibat aktivitas sejumlah pelaku usaha di kawasan Tapanuli menjadi penyebab utama banjir bandang dan longsor yang melanda delapan kabupaten/kota sejak Selasa (25/11/2025). Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah menjadi wilayah terdampak paling parah, dengan ribuan rumah rusak, puluhan ribu warga mengungsi, dan 51 desa di 42 kecamatan terendam.

Direktur Eksekutif WALHI Sumut, Rianda Purba, mengatakan sedikitnya tujuh pelaku usaha yang beroperasi di wilayah Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Utara diindikasikan membuka tutupan hutan dalam skala besar di kawasan Ekosistem Batang Toru.

“Kami mengindikasikan tujuh perusahaan sebagai pemicu kerusakan karena aktivitas eksploitatif yang membuka tutupan hutan Batang Toru,” ujar Rianda di Medan dalam keterangannya, Jumat (28/11/2025).

Ekosistem Batang Toru dikenal sebagai bentang hutan tropis penting yang menjadi penyangga hidrologis Sumatera Utara dan pusat aliran sungai menuju wilayah hilir. Namun dalam beberapa tahun terakhir, WALHI mencatat pembukaan ratusan hektare hutan di daerah aliran sungai (DAS) di Tapanuli Selatan untuk aktivitas tambang, hilangnya ratusan hektare hutan di sepanjang aliran sungai akibat proyek energi di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan, hingga perluasan area pemanfaatan energi dan perkebunan di Tapanuli Utara.

Editor : Ismail

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network