RSUD Dr Pirngadi Mulai Layani Kateterisasi Jantung
Obrin menyebutkan Kemenkes telah memberikan dukungan peralatan medis, sarana dan prasarana, serta penguatan sumber daya manusia untuk mengoperasikan layanan tersebut.
Meski demikian, ia mengatakan kerja sama dengan BPJS Kesehatan masih perlu didorong agar pelayanan Cath Lab di RSUD Dr Pirngadi dapat dijamin bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
"Kami berharap seluruh layanan Cath Lab yang sudah terpasang ini segera didorong untuk kerja sama. Mohon kepala cabang BPJS Kesehatan agar informasi ini disampaikan ke pusat bahwa pelayanan sudah terselenggara, sehingga pelayanan ini bisa dijamin BPJS," ujarnya.
Selain di Medan, Kemenkes juga mendorong pemerataan fasilitas intervensi jantung di daerah lain di Sumatera Utara. Fasilitas kateterisasi di Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, disebut telah terpasang dan memperoleh izin BPJS Kesehatan. Tindakan perdana di rumah sakit tersebut direncanakan pada 22 Desember 2026.
Obrin juga mengingatkan pentingnya pencegahan penyakit jantung dan stroke melalui pengendalian hipertensi, diabetes, serta kolesterol. Ia meminta hasil pemeriksaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) ditindaklanjuti dengan pengobatan di puskesmas.
"Saya berharap hasil-hasil CKG ini ditindaklanjuti. Kalau hipertensi diberikan obatnya, kalau diabetes juga ditangani. Jangan sampai orang yang sudah diketahui memiliki faktor risiko justru dibiarkan sampai akhirnya masuk rumah sakit," katanya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap mengatakan penambahan fasilitas kesehatan harus diikuti peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit. Menurutnya, masyarakat masih kerap mengeluhkan sulitnya memperoleh informasi mengenai ketersediaan kamar dan dokter.
"Setiap hari masyarakat menelepon dan mengirim WhatsApp, selalu bertanya apakah ada kamar dan apakah ada dokter. Ini yang harus kita benahi. Masyarakat yang sakit harus mendapatkan pelayanan, tidak boleh dibedakan," ujarnya.
Editor: Ismail