Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : TASPEN Goes to Campus, Ligwina Hananto Bagikan Cara Atur Gaji agar Tak Boncos
Advertisement . Scroll to see content

Riset USU-UKM Ungkap Masyarakat Belum Siap Hadapi Banjir

Jum'at, 31 Juli 2026 | 13:48 WIB
  • author Ismail
Riset USU-UKM Ungkap Masyarakat Belum Siap Hadapi Banjir
Dosen Universitas Sumatera Utara (USU), Destanul Aulia, memaparkan hasil observasi awal mengenai kerentanan dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi banjir dalam forum kolaborasi riset Indonesia-Malaysia di Medan, Jumat (31/7/2026). Foto: Istimewa

MEDAN, iNewsMedan.id – Banjir tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga memunculkan persoalan kesehatan, sanitasi, hingga lemahnya sistem mitigasi di tingkat masyarakat. Kondisi itu menjadi sorotan dalam riset kolaborasi Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) yang mengkaji ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir.

Temuan tersebut dipaparkan dalam Forum Kolaborasi Internasional dan Diseminasi Hasil Observasi Awal, Jumat, 31 Juli 2026. Penelitian menggunakan Desa Padang Tualang sebagai lokasi observasi awal untuk memetakan kerentanan masyarakat sekaligus menyusun rekomendasi intervensi berbasis bukti ilmiah.

Dosen USU, Destanul Aulia, mengatakan hasil observasi menunjukkan masyarakat masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari sanitasi, kesehatan, kesiapsiagaan bencana hingga kapasitas adaptasi.

Di lokasi penelitian, warga mengandalkan sumur bor sebagai sumber air utama. Ketersediaan air bersih dinilai cukup, namun kualitasnya belum selalu stabil sehingga sebagian masyarakat memilih menggunakan air kemasan untuk konsumsi.

Sebagian besar rumah telah memiliki jamban sehat, septic tank, dan fasilitas cuci tangan. Namun, sistem drainase masih belum memadai sehingga aliran air kerap tersendat dan belum tersedia saluran khusus pembuangan limbah rumah tangga.

"Sebagian besar rumah sudah memiliki jamban sehat, septic tank, dan tempat mencuci tangan. Namun saluran drainase masih belum memadai sehingga aliran air tidak lancar dan belum tersedia saluran khusus pembuangan air limbah rumah tangga," ujar Destanul, Jumat (31/7/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memicu pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan.

Editor: Ismail

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut