Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : TASPEN Goes to Campus, Ligwina Hananto Bagikan Cara Atur Gaji agar Tak Boncos
Advertisement . Scroll to see content

Foursety, Desa Wisata Mandiri yang Lahir dari Kolaborasi Akademisi USU dan Warga

Selasa, 23 September 2025 | 14:50 WIB
  • author Ismail
Foursety, Desa Wisata Mandiri yang Lahir dari Kolaborasi Akademisi USU dan Warga
Tiga pengunjung bersantai di kolam renang Foursety, Desa Kutagugung, menikmati pemandangan Gunung Sinabung yang menjulang di latar belakang, menandai hadirnya destinasi wisata baru yang dikelola secara kolaboratif oleh masyarakat dan USU. Foto: Istimewa

KARO, iNewsMedan.id– Dari desa yang semula penuh keraguan dan konflik aset wisata, Desa Kutagugung kini menjelma menjadi destinasi wisata baru bernama Foursety. Transformasi besar ini terjadi berkat aksi Universitas Sumatera Utara (USU) melalui program pengabdian masyarakat yang dipimpin Samerdanta Sinulingga, S.ST.Par., M.Par., bersama dosen lintas fakultas dan mahasiswa yang bergerak langsung di lapangan.

Awal 2025, Kutagugung menghadapi situasi pelik. Konflik dengan investor di Danau Lau Kawar, ketidakpastian legalitas aset wisata, dan ketiadaan penghasilan desa menciptakan kebuntuan panjang. 

Masyarakat sempat kehilangan kepercayaan pada pembangunan, menyaksikan bantuan pemerintah seperti kolam renang dan pedestrian tak pernah memberi keuntungan finansial. Bahkan, beberapa pihak sempat mendorong demonstrasi besar menuntut keadilan tata kelola wisata.

Di tengah ketegangan itu, tim USU hadir bukan hanya untuk memberi penyuluhan, tetapi menciptakan solusi. Bersama Prof. Dr. Nurlisa Ginting, M.Si., Kepala Pusat Unggulan IPTEK Pariwisata Berkelanjutan USU, dan para pakar seperti Prof. Dr. Rudy Sofyan, tim memulai forum ASTACITA Summit 2025 yang mengintegrasikan pemerintah, akademisi, masyarakat, dan media ke dalam kesepakatan damai dan arah pembangunan baru.

Dari forum inilah lahir Foursety, sebuah nama yang memuat filosofi kolaborasi dan interpretasi. “FOUR” merepresentasikan empat kekuatan: pemerintah, akademisi, masyarakat, dan media, sementara “SETY” dimaknai sebagai kesetiaan dalam kolaborasi dan keberanian menginterpretasikan tantangan menjadi peluang. Foursety bukan sekadar nama, melainkan identitas konseptual baru yang meneguhkan kepemilikan desa atas wisata mereka.

“Foursety bukan hanya destinasi, tetapi bukti bahwa ilmu pengetahuan dapat menyalakan cahaya bagi desa,” tegas Samerdanta Sinulingga, Selasa, 23 September 2025. 

Editor: Ismail

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut