Bukan Akhir Segalanya, Ini Tuntunan Islam Saat Ditinggal Wafat Anggota Keluarga
MEDAN,iNewsMedan.id - Kehilangan sosok terkasih, baik itu pasangan, anak, orang tua, anggota keluarga, maupun sahabat dekat, merupakan ujian berat yang tak pernah diinginkan oleh siapa pun. Tak jarang musibah kematian membuat seseorang tenggelam dalam kesedihan mendalam hingga meratapi nasib.
Namun, Islam memberikan tuntunan yang begitu indah dan menenangkan jiwa bagi setiap insan yang sedang diuji dengan perpisahan tersebut.
Seluruh jalinan ikatan di dunia pada akhirnya akan terpisah ketika ajal telah tiba pada waktunya. Meski demikian, bagi seorang muslim, perpisahan fisik di dunia bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari keabadian untuk kembali dipertemukan di dalam surga Allah SWT kelak.
Keteladanan terbaik dalam menghadapi musibah kehilangan diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan dari Ummu Salamah RA. Istri Nabi SAW tersebut menceritakan bahwa dirinya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda:
"Tidak ada seorang hamba pun yang tertimpa suatu musibah lalu ia mengucapkan: INNAA LILLAHI WA INNAA ILAIHI ROOJI'UN. ALLAHUMMA'JURNII FII MUSHIBATII WA AKHLIF LII KHOIRON MINHAA (Segala sesuatu adalah milik Allah dan akan kembali pada-Nya. Ya Allah, berilah ganjaran terhadap musibah yang menimpaku dan berilah ganti dengan yang lebih baik), melainkan Allah SWT akan memberinya pahala dalam musibahnya dan menggantinya dengan yang lebih baik."
Keajaiban doa ini dibuktikan secara nyata oleh Ummu Salamah sendiri. Ketika suaminya, Abu Salamah, wafat meninggalkan dirinya, ia tetap mengamalkan doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW tersebut.
Ummu Salamah kembali berkata: "Ketika Abu Salamah wafat, aku pun mengucapkan doa sebagaimana yang Rasulullah SAW ajarkan padaku. Maka Allah SWT pun memberiku suami yang lebih baik dari suamiku yang dulu, yaitu Rasulullah SAW." (HR. Muslim, no. 1526).
Editor: Vitrianda Hilba Siregar