Aneh, Polres Karo Pakai PH Tersangka Dalam Sidang Prapid

Kondisi ini, tambah Rita, dapat memunculkan dugaan bahwa Kapolres Tanah Karo tengah mempertontonkan arogansinya sebagai penyidik dan bertentangan dengan Presisi Polri.
“PT BUK berharap, hakim dalam sidang praperadilan memperhatikan betul persoalan ini. Kami menilai, sikap Kapolres dan Rivalino sesuatu yang tidak pantas," ujarnya.
Kemudian, ucap Rita, Gugatan praperadilan Holmes Ginting dkk (Pemohon-red) yang merupakan karyawan PT BUK memberikan kuasa hukum kepada Dahsat Tarigan, SH, MH dan kawan kawan.
"Dalam gugatannya, ada sejumlah alasan para Pemohon menilai penahanan mereka oleh Polres Tanah Karo, tidak memiliki dasar yang kuat. Contohnya, dalam surat penahanan tanpa mencantumkan konsiderans surat penangkapan, sebagai salah satu syarat formil penahanan," sebutnya.
Selain itu, sambung Rita, upaya paksa penangkapan dilanjutkan dengan penahanan terhadap para pemohon Praperadilan tidak cermat, tidak lengkap serta tidak memenuhi unsur tidak pidana.
"Kondisi tersebut menyebabkan Laporan Polisi Model “A” Nomor : LP/A/407/V/2022/SPKT/POLRES TANAH KARO/POLISI DAERAH SUMATERA UTARA tanggal 17 Mei 2022 dan Laporan Polisi : LP/B/405/V/2022/SPKT/POLRES TANAH KARO/POLISI DAERAH SUMATERA UTARA tanggal 17 Mei 2022 cacat hukum, tidak sah karena bertentangan dengan pasal 17 dan 18 tentang Penangkapan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No.8 Tahun 1981 tentang KUHAP," pungkasnya.
Editor : Odi Siregar