Salah satu inovasi yang menjadi perhatian dalam TIS 2026 adalah optimalisasi parameter bath pada proses peleburan aluminium, yang bertujuan mendukung pengendalian proses produksi secara lebih optimal.
Inovasi lainnya berfokus pada optimalisasi sudut eccentric counterweight untuk mengatasi permasalahan keretakan anoda, salah satu komponen yang digunakan dalam proses produksi aluminium.
Pengembangan inovasi juga dilakukan di luar area produksi, termasuk melalui pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam pemodelan keuangan perusahaan serta pengembangan gagasan di bidang energi dan keberlanjutan.
Beragam karya tersebut menunjukkan bahwa upaya peningkatan efisiensi tidak hanya dilakukan melalui perbaikan proses teknis, tetapi juga melalui penguatan proses bisnis dan pengelolaan sumber daya perusahaan.
Direktur Utama INALUM, Melati Sarnita, menegaskan bahwa inovasi yang dikembangkan harus mampu memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi perusahaan.
“Keberhasilan inovasi yang sesungguhnya bukan ketika sebuah karya memenangkan kompetisi, melainkan ketika karya tersebut memberikan manfaat yang berkelanjutan. Jangan sampai ide terbaik kita hanya tersimpan sebagai dokumen,” ujar Melati, Kamis (5/11/2026).
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
