Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : UMKM Sumatera Utara Tampil di KKI 2026, Bawa Produk Lokal Menembus Pasar Nasional
Advertisement . Scroll to see content

Ikhtiar Tabita Olah Eceng Gondok di Toba Jadi Sandal: Menjaga Lingkungan, Menggerakkan Ekonomi

Kamis, 17 September 2026 | 23:33 WIB
  • author Jafar
Ikhtiar Tabita Olah Eceng Gondok di Toba Jadi Sandal: Menjaga Lingkungan, Menggerakkan Ekonomi
Sumondang Tabita Nainggolan (34) menunjukkan proses pembuatan sandal berbahan eceng gondok di gubuk produksinya, Desa Parsaoran I, Samosir, Sumatera Utara, Kamis (17/9/2026). Foto: Jafar/iNewsMedan.id

MEDAN, iNewsMedan.id - Di sebuah gubuk kecil di tepian Danau Toba, Desa Parsaoran I, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, tangan Sumondang Tabita Nainggolan (34) bergerak tangkas.  

Ia memilah dan menganyam batang-batang eceng gondok (Eichhornia crassipes) yang mengering. Gulma air yang selama ini menyumbat perairan danau disulapnya menjadi sandal hotel dan aneka kriya bernilai tinggi.

Di gubuk itu, Tabita merajut takdir barunya. Mantan perawat di salah satu rumah sakit di Kota Medan tersebut memutuskan menanggalkan profesi medisnya untuk pulang kampung demi menekuni ekonomi sirkular berbasis lingkungan.

Langkah berani tersebut berawal pada akhir 2023, saat pulang sejenak ke Samosir, Tabita mengamati sang nenek yang menganyam eceng gondok menjadi tikar sederhana.

Bagi warga pesisir Danau Toba, eceng gondok umumnya dianggap beban lingkungan atau sekadar bahan kompos pertanian. Namun, di mata Tabita, gulma itu menyimpan potensi ekonomi yang belum tergarap.

"Oppung (nenek) bikin tikar, tetapi kualitasnya belum layak dijual. Dari situ rasa penasaran muncul, apakah eceng gondok bisa diolah menjadi produk yang lebih rapi dan bernilai tinggi?” ujar Tabita, Kamis (17/9/2026).

Rasa penasarannya memicu aksi, tercetus rasa penasaran ingin mengetahui apakah batang eceng gondok bisa diolah menjadi produk yang lebih rapi dan memiliki nilai jual tinggi. Kesempatan itu datang ketika ia berbincang dengan seorang pegawai pemerintah kabupaten di sebuah warung dekat rumah neneknya.

Tabita mengaku saat itu belum memiliki keterampilan mengolah eceng gondok menjadi kerajinan tangan. Pegawai tersebut kemudian mengajaknya mengikuti pelatihan yang diselenggarakan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan Samosir.

Namun, pelatihan tersebut tidak mengajarkan pengolahan eceng gondok. Peserta justru belajar menganyam bambu, rotan, dan daun pandan. Bagi Tabita, itu bukan alasan untuk berhenti. Ia justru semakin penasaran.

Pada Desember 2023, ketika masih bekerja sebagai perawat di Medan, Tabita bersama ibunya nekat mendatangi rumah seorang instruktur tenun di Kabupaten Serdang Bedagai menggunakan uang pribadi.

“Sebenarnya aku penasaran, ingin tahu menenun eceng gondok jadi produk gitu. Pergi lah aku sama mama ke rumah instruktur ke Sergai dengan uang pribadi,” kenang Tabita.

”Saya mau belajar menenun apa yang mudah. Ditunjukkan produknya ada cover book dan sandal. Terus kubilang kayaknya sandal aja lah, paling gampang,” ujarnya.

Dari sanalah rasa penasaran berubah menjadi keterampilan dasar. Tabita tidak langsung berpikir untuk menjadikan kriya ini sebagai sumber penghasilan utama. Ia memilih belajar terlebih dahulu tanpa memikirkan keuntungan sesaat. Namun, semakin dipelajari, semakin terbuka peluang di hadapannya. Samosir merupakan kawasan pariwisata yang dikelilingi banyak hotel. Produk sandal hotel berbahan eceng gondok, pikirnya, bisa menjadi pasar yang menjanjikan.

Perlahan, inisiatif Tabita mendapat perhatian. Ia kemudian bergabung sebagai anggota Koperasi Bank Eceng Gondok Samosir. Pada Februari 2024, Tabita resmi melepaskan pekerjaan sebagai perawat dan memilih menetap sepenuhnya di Samosir.

Editor: Jafar Sembiring

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut