Mendidik Hati untuk Selalu Bersyukur
Di balik setiap ujian yang mendatangi kita, selalu ada nikmat lain yang tak terhitung jumlahnya yang masih Allah sisakan. Ketika kita berfokus pada apa yang hilang atau sakit, kita kerap melupakan ribuan nikmat lain yang masih berfungsi dengan baik.
Umat Islam belajarlah untuk tidak mengeluh bukan berarti memendam emosi hingga merusak diri, melainkan melatih jiwa agar memiliki ketahanan (resilience) dan kematangan iman. Ketika ujian menyapa, letakkanlah aduan itu di atas sajadah, dalam sujud-sujud malam yang sunyi.
Sebagaimana teladan Al-Ahnaf bin Qais, mari latih hati untuk senantiasa berlapang dada. Jadikanlah sabar sebagai benteng dan syukuri setiap helai napas yang masih Allah berikan. Karena sungguh, jiwa yang tenang adalah jiwa yang mampu tersenyum dan bertahan, meski tak ada seorang pun yang tahu betapa berat ujian yang sedang ia pendar di dalam dada.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
