Mengapa Allah Menciptakan Rasa Lupa?

Vitrianda Hilba Siregar
Lupa mengajarkan kerendahan hati bahwa kesempurnaan hanya milik Allah semata. Foto: Okezon

3. Pengingat Keterbatasan dan Kebutuhan Manusia kepada Allah

Manusia sering kali merasa jemawa dengan kehebatan ingatan dan kecerdasannya. Lewat rasa lupa, Allah menegur kesombongan tersebut sekaligus mengingatkan hakikat keterbatasan manusia. Allah Ta'ala berfirman dalam Surah Al-Isra' ayat 85:

وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا

“Dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.”

Lupa mengajarkan kerendahan hati bahwa kesempurnaan hanya milik Allah semata. Sifat pelupa ini mendorong manusia untuk terus mencatat, berzikir, serta senantiasa memohon petunjuk agar ingatannya dijaga. Para ulama bahkan menyebutkan bahwa kata insan (manusia) berakar dari kata nasiya yang berarti lupa. Manusia memang diciptakan dengan sifat pelupa, agar ia senantiasa sadar akan kebutuhannya untuk selalu diingatkan dan kembali kepada Allah.Begitulah Islam, selalu ada solusi.

Disarikan dari Kitab Miftah Daris Sa'adah karya Ibnul Qayyim Al-Jauziyah

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network