Mengapa Allah Menciptakan Rasa Lupa?

Vitrianda Hilba Siregar
Lupa mengajarkan kerendahan hati bahwa kesempurnaan hanya milik Allah semata. Foto: Okezon

2. Jembatan untuk Memaafkan dan Menyembuhkan Dendam

Sebagai tempatnya salah dan khilaf, interaksi sesama manusia tidak pernah lepas dari perkataan yang menyinggung, janji yang terabaikan, atau harapan yang terhempas. Dalam sebuah hadis riwayat Abu Dawud, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam (SAW) bersabda:

«تَعَافُّوا الْحُدُودَ فِيمَا بَيْنَكُمْ»

“Saling memaafkanlah di antara kamu.”

Keikhlasan untuk memaafkan mustahil terwujud tanpa bantuan rasa lupa. Lupa mengikis ketajaman rasa sakit, tumpulnya ingatan atas kesalahan orang lain membuat ruang maap menjadi lebih lapang. Tanpa rasa lupa, luka akan terus terasa segar, ikatan persaudaraan mudah hancur, dan manusia akan terjebak dalam dendam seumur hidup.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network