USU-UNDIP Dorong Warga Jadi Garda Awal Cegah Kebakaran di Permukiman Padat Medan

Ismail
Seminar nasional USU dan UNDIP membahas penerapan RISPKP dan pemberdayaan masyarakat untuk memperkuat ketangguhan permukiman menghadapi kebakaran di Medan. Foto: Istimewa

Untuk tingkat kelurahan, forum merumuskan sejumlah kebutuhan dasar, di antaranya peta risiko yang divalidasi warga, peta sumber air, data kelompok rentan, struktur relawan, SOP pelaporan dan evakuasi, jalur evakuasi, titik kumpul, nomor layanan darurat, sarana proteksi dasar serta simulasi berkala.

Implementasi awal dirancang melalui rencana 90 hari. Tahap pertama difokuskan pada pemetaan risiko dan kelompok rentan. Tahap kedua diarahkan pada pembentukan relawan, penyusunan SOP, pelatihan dan penandaan jalur evakuasi. Tahap ketiga dilakukan melalui simulasi dan evaluasi sistem.

Keberhasilan program nantinya tidak hanya diukur dari jumlah sosialisasi atau peserta kegiatan. Indikatornya mencakup keberadaan peta risiko, kesiapan relawan, kecepatan respons saat simulasi, perlindungan kelompok rentan, keberadaan jalur evakuasi dan tindak lanjut hasil evaluasi.

Model yang diterapkan di Belawan II, Karang Berombak dan Tegal Sari Mandala II diharapkan menjadi pola yang dapat dikembangkan di kawasan rawan kebakaran lainnya di Kota Medan.

Intinya, penanggulangan kebakaran tidak dimulai ketika sirene berbunyi. Kesiapan harus dibangun lebih awal, dari lingkungan terkecil dengan melibatkan warga, pemerintah dan berbagai pihak yang memiliki sumber daya untuk mengurangi risiko.

Editor : Ismail

Sebelumnya
Halaman : 1 2 3 4

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network