MEDAN, iNewsMedan.id - Pemerintah Kota (Pemko) Medan bersama BPJS Ketenagakerjaan Medan Utara dan Komunitas Jurnalis Ekonomi Sirkular menggelar diskusi sekaligus meresmikan pembentukan Komunitas Perempuan Pemulung Terjun di Kelurahan Terjun, Medan Marelan, Senin (27/7/2026). Langkah ini dilakukan untuk memperkuat perlindungan jaminan sosial serta memberikan pengakuan terhadap peran pemulung sebagai bagian penting dari rantai ekonomi hijau.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan, Ramaddan, serta Kepala BPJS Ketenagakerjaan Medan Utara, Husaini. Dalam acara tersebut, kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan diserahkan secara simbolis kepada perwakilan Komunitas Perempuan Pemulung Terjun.
Penggagas kegiatan dari Komunitas Jurnalis Ekonomi Sirkular, Rahmat Utomo menjelaskan bahwa acara ini merupakan bagian dari program Sustainability Journalism Fellowship (SJF) yang diinisiasi oleh Bank Swasta bersama Indonesian Institute of Journalism (IIJ) dan didukung oleh Global Reporting Initiative (GRI).
Rahmat mengungkapkan, data Pemko Medan mencatat TPA Terjun menerima sekitar 1.800 ton sampah setiap hari. Kawasan ini menampung sekitar 1.600 pemulung, di mana separuhnya adalah perempuan. Aktivitas pemilahan sampah oleh mereka mampu mengembalikan sekitar 20 persen atau 360 ton sampah per hari ke proses daur ulang yang bernilai ekonomi.
"Mereka bukan sekadar pekerja informal, melainkan green workers atau pekerja hijau yang berada di garda terdepan sistem waste management dan pembangunan berkelanjutan di Kota Medan," tegas Rahmat.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
