Ironisnya, dalam proses pemeriksaan tersebut, Aipda HG diduga membawa-bawa nama Kapolres serta Kasat Reskrim Batubara untuk menekan korban. Ujung dari intimidasi ini, permintaan uang sebesar puluhan juta rupiah.
Daniel menegaskan bahwa tindakan oknum tersebut mencederai rasa keadilan dan merugikan ekonomi rakyat kecil. Dia mendesak otoritas tertinggi Polri untuk mengambil langkah nyata.
"Perilaku oknum ini sangat merusak citra institusi. Kami memohon kepada Bapak Kapolri dan Kapolda Sumut untuk segera mengusut tuntas dan memberikan sanksi tegas kepada yang bersangkutan," ucapnya.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
