Para Pemenang
Setelah melalui proses penilaian, dewan juri menetapkan sejumlah tim terbaik dari tiap kategori.
Pada kategori Primary School (kelas 5–6), juara pertama diraih proyek Amphibious Vehicle dari Sampoerna Academy Medan, disusul Rain Sensor dari Sampoerna Academy L’Avenue sebagai juara kedua, dan Bio-C Brawijaya Smart Bio-Chamber dari SD Brawijaya Smart School di posisi ketiga.
Di kategori Middle School (kelas 7–9), Power Mats dari Sampoerna Academy Surabaya keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua ditempati proyek Solar Powered Weather Monitor dari Sekolah Victory Plus, sementara Eco Sort, tempat sampah pintar yang mampu memilah sampah otomatis dari Sekolah Bogor Raya, meraih juara ketiga.
Sementara itu pada kategori Secondary School (kelas 10–12), juara pertama diraih penelitian tentang efektivitas minyak kulit jeruk terhadap bakteri pembusuk daging dari SMA Bumi Cendekia Yogyakarta. Juara kedua diraih tim SMA 1 Bogor dengan proyek KD-01, alat pendeteksi gagal ginjal portabel berbasis machine learning. Sedangkan posisi ketiga diraih SMAK 1 BPK Penabur Bandung lewat pengembangan Minrva AI, sistem pemantau konsentrasi belajar berbasis computer vision.
Menumbuhkan Generasi Inovator
Melihat ragam ide yang muncul, kompetisi ini memperlihatkan satu hal: potensi generasi muda Indonesia dalam bidang sains dan teknologi sangat besar.
Bagi para siswa, ajang ini bukan sekadar kompetisi. Ia menjadi ruang untuk membuktikan bahwa ide yang lahir dari ruang kelas bisa berkembang menjadi inovasi yang relevan bagi masa depan.
Dan dari tangan-tangan muda itulah, mungkin saja lahir solusi untuk berbagai tantangan yang akan dihadapi dunia di masa mendatang.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
