MEDAN, iNewsMedan.id- Begadang tiap malam, kopi jadi bestie, makan pedas level maksimal, siang bolong baru ingat belum makan. Pola hidup kayak gini bukan hal asing buat Gen Z. Tapi combo itu juga yang bikin asam lambung gampang naik. Lalu pas Ramadan datang, muncul pertanyaan: tetap puasa atau boleh break?
Dalam Islam, jawabannya nggak hitam-putih. Ada dalilnya, jelas dan tegas.
Allah berfirman dalam QS Al-Baqarah ayat 184:
“Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajib mengganti) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.”
Lalu ditegaskan lagi di ayat 185:
“Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.”
Artinya? Kalau sakitnya real dan berisiko, ada keringanan. Bukan berarti gampang menyerah, tapi juga bukan disuruh nekat.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
