Di Tengah Suasana Imlek dan Ramadan, Pesan Ini Menyentil Semua Pihak

Ismail
Sofyan Tan berfoto bersama pengurus dan keluarga besar Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda saat perayaan Open House Imlek 2577 Kongzili dan Buka Puasa Bersama 1447 Hijriah di Medan, Minggu (22/2). Foto: Istimewa

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor I UIN Sumatera Utara, Prof Dr Azhari Akmal Tarigan, menilai pertemuan dua perayaan ini sebagai refleksi bahwa spiritualitas tidak berhenti pada ritual.

“Keinginan berbagi tidak harus menunggu kaya, tidak harus menunggu berhasil,” katanya.

Azhari menambahkan, puasa adalah proses menekan materialitas dan menguatkan spiritualitas. Ia bahkan mencontohkan Finlandia sebagai negara dengan tingkat kebahagiaan tinggi karena kuatnya rasa saling percaya di tengah masyarakat.

“Ukuran bahagia itu ketika kita tak lagi khawatir barang tertinggal karena yakin tak ada yang mengambil,” ujarnya.

Pertemuan Imlek dan Ramadan di Medan kali ini bukan hanya seremoni dua tradisi, tetapi panggung pesan sosial: empati tidak menunggu kesamaan identitas. Di tengah polarisasi yang kerap menguat, pesan itu terdengar lebih relevan.

Editor : Ismail

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network