Tragedi Anak SD Bunuh Diri, Sofyan Tan: Pendidikan Tak Boleh Kalah oleh Kemiskinan

Ismail
Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan dr Sofyan Tan didampingi Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo meresmikan revitalisasi ruang kelas di dua SD yang ada di Kecamatan Beringin dan Kecamatan Pantai Labu, Deli Serdang. Foto: Istimewa

DELISERDANG, iNewsMedan.id – Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan dr Sofyan Tan didampingi Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo meresmikan revitalisasi ruang kelas di dua Sekolah Dasar (SD) yang ada di Kecamatan Beringin dan Kecamatan Pantai Labu, Deli Serdang, Kamis (5/2).

Sekolah yang diresmikan antara lain SD Negeri 105347 Sidourip, Kecamatan Beringin dengan nilai anggaran revitalisasi Rp621.596.977,- untuk pembangunan ruang baru unit kesehatan sekolah (UKS), rehabilitasi 6 ruang kelas, rehabilitasi ruang administrasi, perpustakaan dan toilet. Serta SD Negeri 105343 Ramunia III, Kecamatan Pantai Labu dengan nilai anggaran Rp467.622.016,- untuk rehabilitasi 6 ruang kelas, 1 ruang administrasi. Revitalisasi pembangunan gedung sekolah merupakan perjuangan melalui program jalur aspirasi Anggota Komisi X DPR RI dr Sofyan Tan.

Dalam peresmian tersebut Sofyan Tan menyampaikan keprihatinannya terhadap peristiwa meninggalnya seorang siswa Kelas IV SD Negeri Rutojawa, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (29/1) lalu karena bunuh diri yang diduga akibat depresi terhadap tekanan kondisi perekonomian keluarga.

“Saya sangat prihatin. Kita sedang dihadapkan pada kondisi yang miris, ketika seorang anak SD memilih jalan pintas karena ingin mengurangi penderitaan ibunya yang tidak mampu membelikannya buku dan perlengkapan sekolah. Dalam surat yang ditinggalkannya, terlihat jelas rasa cinta seorang anak kepada ibunya yang menjadi orangtua tunggal setelah ditinggalkan suami,” ujar Sofyan Tan dengan nada haru.

Menurutnya, peristiwa tersebut harus menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa anak-anak membutuhkan ruang aman untuk berbagi beban pikiran. Ia mengibaratkan anak-anak seperti gelas yang terus diisi air. Jika tidak ada tempat untuk menumpahkan masalah, gelas itu akan tumpah dengan cara yang salah.

“Bayangkan jika guru di sekolah bisa menjadi tempat konsultasi, menjadi orang tua kedua bagi siswa. Jangan sampai anak-anak tumbuh putus asa dan tidak mampu bercita-cita hanya karena keterbatasan ekonomi keluarga,” tegasnya.

Editor : Ismail

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network