Sebelum Bilang Puasa Ramadhan Berat, Coba Intip Sejarahnya Dulu

Ismail
Ilustrasi menunggu berbuka (Foto: Shutterstock)

Ayat ini jadi turning point. Sejak saat itu, aturan puasa seperti yang kita jalani sekarang ditetapkan:

Menahan diri dari makan, minum, dan hubungan suami-istri sejak terbit fajar hingga magrib.
Pada malam hari, semua itu diperbolehkan tanpa syarat harus sebelum atau sesudah tidur, atau sebelum atau sesudah Isya.

Ada juga kisah Qais bin Shirmah al-Anshari yang kelelahan bekerja. Ia tertidur sebelum sempat berbuka dan akhirnya harus lanjut puasa hingga keesokan hari sampai pingsan. Peristiwa ini juga menjadi bagian dari turunnya keringanan tersebut.

Dari sini terlihat, syariat puasa mengalami tahapan. Awalnya lebih berat, lalu Allah memberi keringanan.

Buat Gen Z yang kadang merasa puasa sekarang “berat banget karena FYP makanan terus”, coba lihat sejarahnya. Dulu kalau ketiduran sebelum buka, nggak ada second chance. Sekarang? Masih bisa makan sampai masuk waktu Subuh.

Intinya, aturan puasa yang kita jalani hari ini adalah bentuk kemudahan dan rahmat. Tinggal dijaga dari fajar sampai magrib. Malamnya? Halal dan santai, selama tetap dalam batas yang ditetapkan.

Wallahu a’lam.

Editor : Ismail

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network