Dalam kesempatan itu, bantuan diserahkan secara simbolis oleh Pendeta Jemaat BNKP, Kapolres Nias, Pastor Dekanus Dekanat Nias, serta perwakilan Panitia Natal Nasional kepada para penerima manfaat. Bantuan sembako diberikan kepada masyarakat, bantuan pendidikan disalurkan kepada penerima manfaat di bidang pendidikan, sementara satu unit ambulans diserahkan untuk mendukung pelayanan kesehatan dan kemanusiaan. Panitia juga menyalurkan bantuan rehabilitasi gereja.
Maruarar menjelaskan, secara nasional Panitia Natal Nasional 2025 menyalurkan 20.000 paket sembako yang dibagikan di sepuluh wilayah Indonesia, termasuk Nias. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu keluarga yang membutuhkan dan memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
Selain itu, di bidang pendidikan Panitia Natal Nasional menyalurkan bantuan senilai Rp10 miliar kepada 1.000 penerima manfaat di sepuluh wilayah Indonesia. Setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp10 juta.
“Pendidikan menjadi salah satu perhatian utama kami, karena menyangkut masa depan generasi muda di daerah-daerah,” kata Maruarar.
Perayaan Natal Nasional 2025 digelar serentak di sepuluh titik, yakni Ambon, Toba, Manado, Jailolo (Maluku Utara), Kalimantan Barat, Nias, Nusa Tenggara Timur, Papua Pegunungan, Toraja, dan Mentawai.
Panitia Natal Nasional menegaskan, rangkaian kegiatan Natal Nasional 2025 diarahkan untuk memperkuat keluarga, mendukung pelayanan gereja, serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
