Sering Salah Kaprah: Batas Akhir Sahur Itu Azan Subuh, Bukan Waktu Imsak

Vitrianda Hilba Siregar
Di tengah masyarakat kita, masih banyak yang merasa panik dan langsung berhenti makan saat sirine imsak berbunyi. Muncul anggapan seolah-olah waktu imsak adalah garis finish untuk mengisi perut. (Foto: Freepik)

MEDAN, iNewsMedan.id - Di tengah masyarakat kita, masih banyak yang merasa panik dan langsung berhenti makan saat sirine imsak berbunyi. Muncul anggapan seolah-olah waktu imsak adalah garis finish untuk mengisi perut.

Namun, jika merujuk pada tuntunan syariat yang murni, batas dimulainya ibadah puasa bukanlah pada waktu imsak, melainkan tepat saat fajar shadiq terbit yang ditandai dengan kumandang azan Subuh.

Pesan Rasulullah Tentang Dua Azan di Zaman Nabi

Kepastian mengenai batas makan sahur ini ditegaskan langsung oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam sebuah hadis riwayat Imam Bukhari.

Pada zaman itu, terdapat dua muazin dengan tugas yang berbeda. Bilal bin Rabah mengumandangkan azan pertama di malam hari untuk membangunkan orang yang tidur dan memberi aba-aba bagi yang ingin sahur.

Sementara itu, Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan azan kedua sebagai tanda masuknya waktu Subuh. Rasulullah bersabda agar umatnya tetap makan dan minum sampai Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan azan, karena beliau tidak akan berazan kecuali fajar telah benar-benar terbit.

Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network