MEDAN, iNewsMedan.id - Di tengah masyarakat kita, masih banyak yang merasa panik dan langsung berhenti makan saat sirine imsak berbunyi. Muncul anggapan seolah-olah waktu imsak adalah garis finish untuk mengisi perut.
Namun, jika merujuk pada tuntunan syariat yang murni, batas dimulainya ibadah puasa bukanlah pada waktu imsak, melainkan tepat saat fajar shadiq terbit yang ditandai dengan kumandang azan Subuh.
Pesan Rasulullah Tentang Dua Azan di Zaman Nabi
Kepastian mengenai batas makan sahur ini ditegaskan langsung oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam sebuah hadis riwayat Imam Bukhari.
Pada zaman itu, terdapat dua muazin dengan tugas yang berbeda. Bilal bin Rabah mengumandangkan azan pertama di malam hari untuk membangunkan orang yang tidur dan memberi aba-aba bagi yang ingin sahur.
Sementara itu, Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan azan kedua sebagai tanda masuknya waktu Subuh. Rasulullah bersabda agar umatnya tetap makan dan minum sampai Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan azan, karena beliau tidak akan berazan kecuali fajar telah benar-benar terbit.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta
Artikel Terkait
