Populasi Bilo Menyusut 42 Persen, Mentawai Hadapi Darurat Ekologi
PADANG, iNewsMedan.id - Laju kerusakan lingkungan dan penurunan populasi satwa endemik di Kepulauan Mentawai telah mencapai tahap darurat. Aliansi Mentawai, sebuah koalisi yang terdiri dari Green Justice Indonesia (GJI), Yayasan Citra Mandiri Mentawai (YCMM), dan SwaraOwa, kini mengonsolidasikan langkah untuk menyelamatkan hak adat, ruang hidup, serta kelestarian ekosistem di wilayah tersebut.
Integrasi pendekatan ketiga lembaga ini menghadirkan perpaduan antara advokasi hukum adat, pemulihan ruang hidup berbasis masyarakat, dan riset ilmiah populasi satwa endemik.
Direktur Green Justice Indonesia (GJI), Panut Hadisiswoyo, menegaskan pentingnya kolaborasi tersebut dalam menyikapi situasi darurat ekologi yang kian mendesak di Mentawai. Setiap organisasi membawa fokus yang saling melengkapi untuk memperkuat benteng pertahanan ekosistem kepulauan tersebut.
"Kita tiga lembaga ini mencoba untuk mengintegrasikan tiga pendekatan sebenarnya untuk menyikapi darurat ekologi Mentawai. Kita ingin menyelamatkan hak adat, ruang hidup, dan juga ancaman kepunahan satwa endemik. Ruang hidup dan hak adat diperkuat oleh tim YCMM, lalu kita menyelamatkan kepunahan satwa endemik di Mentawai dari segi sains dan data-data terkini," kata Panut Hadisiswoyo.
Panut menyoroti bahwa penguatan Masyarakat Hukum Adat (MHA) merupakan kunci utama pertahanan lingkungan. Hingga saat ini, di tengah luasan 27.000 hektare wilayah adat yang dikelola dan diklaim oleh masyarakat, proses pengakuan resmi dari negara masih berjalan lambat.
Dari 31 MHA yang sudah terbentuk, baru 9 yang mengantongi pengakuan dari Bupati Mentawai dan saat ini sedang menunggu verifikasi teknis dari Kementerian Kehutanan. Sementara itu, 22 MHA lainnya masih menunggu penetapan di tingkat pemerintah kabupaten.
"Kenapa kita penting mendorong, mengangkat, dan memperkuat nilai adat ini? Karena kita yakin penguatan nilai adat dan pengakuan hak adat oleh masyarakat adat Mentawai menjadi benteng terakhir untuk penyelamatan ekosistem di Mentawai. Kita percaya bahwa masyarakat adat punya kearifan yang bisa mendukung upaya-upaya penyelamatan ekosistem, termasuk satwa endemik yang ada di Mentawai," tegas Panut.
Editor: Jafar Sembiring