Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Baru Bebas dari Penjara, IRT di Medan Kembali Jual Ganja
Advertisement . Scroll to see content

Polrestabes Medan Diminta Ungkap Aktor di Balik Teror Rumah Mantan Calon Wali Kota Sibolga

Kamis, 17 September 2026 | 20:26 WIB
  • author Junaidin Zai
Polrestabes Medan Diminta Ungkap Aktor di Balik Teror Rumah Mantan Calon Wali Kota Sibolga
Ketua Cahaya Kemenangan Prabowo Sumut, Jauli Manalu, mendesak Polrestabes Medan mengungkap aktor utama di balik pelemparan bensin dan pembakaran rumah mantan calon Wali Kota Sibolga, M Fadhil Thoib Hutagalung, di Medan, Kamis (17/9/2026). Foto: Istimewa

MEDAN, iNewsMedan.id - Polisi diminta tidak berhenti pada penangkapan pelaku lapangan dalam kasus pelemparan bensin dan pembakaran di rumah mantan calon Wali Kota Sibolga, M Fadhil Thoib Hutagalung, di Medan.

Ketua Cahaya Kemenangan Prabowo Sumatera Utara, Jauli Manalu, meminta Polrestabes Medan mengungkap siapa yang berada di balik aksi tersebut, termasuk motif penyerangan yang menurut dia telah terjadi untuk kedua kalinya terhadap Fadhil.

“Ini bukan iseng. Ini saya duga kuat merupakan rencana yang telah disusun rapi. Boleh tangkap pelaku, tapi ungkap aktor intelektualnya. Biar terungkap apa motifnya,” kata Jauli, Kamis (17/9/2026).

Menurut Jauli, penangkapan pelaku lapangan saja tidak cukup apabila mereka hanya menjalankan perintah pihak lain.

“Kasihan juga kalau hanya keroco yang ditangkap. Dia hanya menjalankan perintah. Siapa bosnya, itulah yang perlu diungkap Kapolrestabes Medan,” ujarnya.

Fadhil kembali mengalami serangan di kediamannya di kawasan Jalan Merpati, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, pada 11 September 2026 sekitar pukul 03.25 WIB.

Berdasarkan rekaman kamera pengawas atau CCTV yang disebut Jauli, empat pria menggunakan dua sepeda motor mendatangi rumah Fadhil. Mereka kemudian melemparkan bensin dan memercikkan api ke arah rumah tersebut.

Tidak ada keterangan dalam bahan ini mengenai korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Jauli menilai pola serangan itu perlu didalami karena Fadhil disebut telah mengalami kejadian serupa sebelumnya.

Pada Oktober 2023, ketika Fadhil menjadi calon Wakil Wali Kota Sibolga, mobil miliknya yang berada di kediamannya di kawasan Helvetia, Medan, disebut disiram bensin dari luar pagar dan dibakar oleh orang tidak dikenal.

Jauli mengaitkan dua kejadian tersebut dengan dugaan adanya upaya intimidasi terhadap Fadhil. Namun, motif maupun pihak yang berada di balik penyerangan tersebut belum terungkap berdasarkan informasi yang disampaikan dalam bahan ini.

“Bahwa kejahatan ini dirancang spesifik untuk menyebarkan ketakutan tanpa mengorbankan nyawa dengan menggunakan tangan orang lain,” kata Jauli.

Ia menduga serangan tersebut bisa berkaitan dengan tekanan politik atau psikologis. Namun, dugaan itu belum dibuktikan dan polisi masih perlu mengungkap motif sebenarnya.

Minta Polisi Telusuri CCTV dan Komunikasi

Jauli meminta Polrestabes Medan memanfaatkan bukti digital untuk mengidentifikasi para pelaku.

Ia menyebut penyelidikan dapat diarahkan ke kawasan Jalan Merpati pada rentang waktu sekitar pukul 03.00 hingga 04.00 WIB, ketika aksi tersebut terjadi.

Menurut dia, polisi juga dapat menelusuri aktivitas komunikasi pada waktu kejadian untuk mencari kemungkinan keterkaitan antara pelaku di lapangan dengan pihak lain.

“Mengidentifikasi nomor ponsel yang aktif dan saling berkomunikasi pada jam tersebut bisa mengarah pada identitas eksekutor,” ujarnya.

Jauli juga meminta polisi menelusuri apakah terdapat kaitan antara penyerangan terbaru dengan insiden yang dialami Fadhil pada 2023.

Ia mengatakan hal itu penting terutama apabila Fadhil tidak mengetahui pihak yang mungkin memiliki persoalan dengannya.

Jauli berharap polisi segera mengidentifikasi para pelaku sekaligus menjelaskan motif serangan.

Menurut dia, penyelidikan yang hanya berakhir pada rekaman CCTV dan penangkapan pelaku lapangan berisiko tidak mengungkap persoalan secara utuh.

“Kalau memang kepolisian ogah-ogahan mengeluarkan tajinya, maka penelusuran polisi akan buntu pada rekaman CCTV rumah dan perburuan pada eksekutor lapangan yang diprediksi akan menjawab iseng atau alasan nyeleneh lainnya,” katanya.

Ia menilai pengungkapan kasus secara menyeluruh diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Sekarang, Kapolres punya taji atau tidak. Tidak ada yang sulit. Semua serba digital, ada CCTV. Di jalan ada CCTV. Kalau tidak mau capek, mundur saja jadi polisi, berarti taji sudah tumpul,” ujar Jauli.

Editor: Jafar Sembiring

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut