Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kabur dari Kejaran Polisi, Kaki Residivis Curanmor di Medan Ditembus Timah Panas
Advertisement . Scroll to see content

Bertahan dalam Sakit, Pengorbanan Tengku Zamansyah Menjadi Badut Demi Pendidikan Anak

Sabtu, 05 September 2026 | 14:18 WIB
  • author Junaidin Zai
Bertahan dalam Sakit, Pengorbanan Tengku Zamansyah Menjadi Badut Demi Pendidikan Anak
Tengku Rabiul Zamansyah (57), duduk beristirahat di samping kostum badut yang biasa digunakannya untuk mencari nafkah di jalanan. Foto: Junaidin Zai/iNewsMedan.id

Walau pendapatannya tak seberapa, ia menjalani profesi penarik becak dengan tekun. Semua demi keluarga dan pendidikan anak-anaknya.

Lama Menahan Sakit, Kehidupan Terasa Semakin Penat

Sudah setengah tahun Zamansyah menjalani kehidupan sebagai penarik becak. Selama itu pinggangnya tetap terasa sakit. Suatu hari, sakit pinggang itu tak tertahan lagi. Menarik becak menuntutnya banyak bergerak. Sungguh, katanya, sakitnya luar biasa.

Situasi yang dihadapi Zamansyah dilematis. Di satu sisi tubuhnya menanggung derita, sisi lainnya kehidupan harus terus berlangsung. Hingga akhirnya ia berani mengambil sebuah keputusan.

"Saya jual becak itu. Laku Rp2,5 juta dan Rp1 juta saya belilah kostum badut ini," ucap Zamansyah ketika berbincang dengan iNewsMedan.id, di Jalan Senam, Sabtu (5/9/2026). 

Kini, empat tahun setelah kejadian nahas yang menimpanya, pria yang sudah berusia 57 tahun ini, tabah menjalani kehidupan sebagai badut jalanan.

Zamansyah memiliki hunian di kawasan Mandala, Kecamatan Medan Denai. Setiap hari ia berjalan kaki dari sana ke pusat keramaian. Misalnya di Jalan Bromo, kawasan Pasar Merah, dan Teladan.

Editor: Jafar Sembiring

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut