Kehabisan Sabu, Dua Pria Bunuh Driver Online dan Jual Mobil Korban Rp17 Juta
MEDAN, iNewsMedan.id- Kasus tewasnya driver taksi online, Riyan Alamsyah (25), memasuki babak baru. Polisi mengungkap motif pembunuhan yang sebelumnya menggemparkan kawasan Deli Serdang itu: dua pelaku membutuhkan uang untuk kembali membeli sabu.
Dua tersangka, AP (27) dan GPM (29), disebut lebih dulu mengonsumsi sabu di sebuah warung internet pada Rabu (12/8/2026) malam. Setelah persediaan narkotika habis, keduanya masih ingin mengonsumsi sabu tetapi tak lagi memiliki uang.
Dari kondisi itulah rencana merampok muncul. Sasaran mereka adalah pengemudi taksi online.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut Kombes Pol Cornelius Mangarahon Simanjuntak mengatakan AP dan GPM sempat memesan layanan transportasi daring. Namun, pesanan pertama dibatalkan karena pengemudinya dinilai memiliki tubuh tegap.
Mereka kembali memesan hingga mendapatkan Riyan yang mengemudikan Daihatsu Ayla.
“Motif yang paling utama adalah mencari uang, mengambil uang si korban dengan cara melakukan pembunuhan,” kata Cornelius, Kamis (27/8/2026).
Korban Dijerat Ikat Pinggang
Saat menjalankan aksinya, AP disebut berperan merencanakan perampokan sekaligus menjerat korban menggunakan ikat pinggang. GPM kemudian membantu melakukan kekerasan terhadap Riyan.
Setelah korban tak berdaya, keduanya membawa mobil menuju kawasan perkebunan tebu di Jalan Segitiga, Dusun 22, Desa Bulu Cina, Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serdang.
Di lokasi tersebut, korban dibuang. Kedua pelaku kemudian kabur membawa mobil milik Riyan.
Tak berhenti di situ, kendaraan korban dijual seharga Rp17 juta. Polisi kemudian mengamankan dua orang yang diduga menjadi penadah mobil tersebut.
Cornelius menyebut kedua penadah ditemukan di wilayah Belawan.
Editor : Ismail