Perjuangkan Kampus URI untuk Aceh, Wali Kota Subulussalam Temui Gubernur URI Donny Ermawan Taufanto
Dengan demikian, pembangunan kampus URI di Subulussalam akan memberikan manfaat yang jauh lebih besar dibanding hanya untuk kepentingan satu daerah semata.
Selain meningkatkan kualitas pendidikan, keberadaan perguruan tinggi negeri juga diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Pengalaman di berbagai daerah menunjukkan bahwa hadirnya kampus mampu menggerakkan sektor perdagangan, jasa, perumahan, transportasi, hingga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Lebih dari itu, perguruan tinggi juga menjadi pusat lahirnya riset, inovasi, pengembangan teknologi, serta kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat. HRB menilai seluruh potensi tersebut sangat dibutuhkan untuk mempercepat pembangunan Kota Subulussalam sebagai salah satu wilayah strategis di bagian selatan Provinsi Aceh.
Ia optimistis kehadiran kampus URI akan menjadi lokomotif baru dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus meningkatkan daya saing daerah di masa mendatang. Pertemuan itu juga menjadi bagian dari langkah aktif Pemerintah Kota Subulussalam membangun komunikasi dengan pemerintah pusat dan berbagai pemangku kepentingan.
Selama ini, HRB dikenal konsisten memperjuangkan berbagai program strategis nasional agar dapat hadir di Kota Subulussalam, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik hingga sektor pendidikan.
Bagi HRB, pembangunan sumber daya manusia merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan masa depan daerah. Karena itu, ia berharap aspirasi masyarakat Subulussalam dapat menjadi perhatian dalam proses penentuan lokasi pembangunan Universitas Republik Indonesia.
Pemerintah Kota Subulussalam, lanjutnya, siap memberikan dukungan penuh apabila usulan tersebut mendapat persetujuan pemerintah pusat, termasuk penyediaan lahan, dukungan administrasi, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. Pertemuan yang berlangsung penuh keakraban itu ditutup dengan semangat kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat dan dunia pendidikan untuk memperluas akses pendidikan tinggi di Indonesia.
Editor: Jafar Sembiring