Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa M6,4 Guncang Simalungun, Getaran Terasa hingga Medan dan Aceh
Advertisement . Scroll to see content

Perjuangkan Kampus URI untuk Aceh, Wali Kota Subulussalam Temui Gubernur URI Donny Ermawan Taufanto

Jum'at, 31 Juli 2026 | 20:49 WIB
  • author Jafar
Perjuangkan Kampus URI untuk Aceh, Wali Kota Subulussalam Temui Gubernur URI Donny Ermawan Taufanto
Wali Kota Subulussalam Haji Rasyid Bancin (HRB) berjuang agar Kota Subulussalam, menjadi salah satu lokasi pembangunan Universitas Republik Indonesia (URI). Foto: Istimewa

JAKARTA, iNewsMedan.id - Pemerataan akses pendidikan tinggi kembali menjadi perhatian Pemerintah Kota Subulussalam. Di tengah upaya pemerintah pusat memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan berkualitas melalui pembangunan Universitas Republik Indonesia (URI), Wali Kota Subulussalam Haji Rasyid Bancin (HRB) bergerak cepat memperjuangkan agar Aceh, khususnya Kota Subulussalam, menjadi salah satu lokasi pembangunan kampus tersebut.

Komitmen itu diwujudkan melalui pertemuan dengan Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) yang juga Wakil Menteri Pertahanan RI, di ruang kerjanya, Jumat (31/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, HRB didampingi Wakil Ketua DPRK Subulussalam, Rasumin. Turut hadir Prof Yos Sunitiyoso, Wakil Gubernur URI sekaligus Direktur Hilirisasi dan Kemitraan pada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Namun di balik suasana yang cair itu, tersimpan harapan besar masyarakat Kota Subulussalam agar daerah mereka tidak lagi tertinggal dalam memperoleh akses pendidikan tinggi negeri.

Dalam kesempatan tersebut, HRB secara langsung menyampaikan permohonan agar Kota Subulussalam dipertimbangkan sebagai salah satu lokasi pembangunan Kampus Universitas Republik Indonesia. Program pembangunan sepuluh kampus URI merupakan salah satu agenda strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan tinggi dan mendorong pemerataan pembangunan sumber daya manusia di seluruh Indonesia.

Menurut HRB, Aceh sangat layak memperoleh satu kuota pembangunan kampus URI. Dari seluruh daerah di Aceh, Subulussalam dinilai memiliki alasan yang paling kuat untuk menjadi lokasi pendiriannya."Subulussalam merupakan satu-satunya kota di Aceh yang hingga kini belum memiliki perguruan tinggi negeri. Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi generasi muda kami untuk melanjutkan pendidikan," ujar HRB dalam paparannya.

Ia menjelaskan, selama ini ribuan lulusan SMA dan sederajat dari Subulussalam harus meninggalkan daerah untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri di Banda Aceh, Medan maupun daerah lainnya. Bahkan, jarak menuju perguruan tinggi negeri terdekat mencapai sekitar 800 kilometer.

Jarak yang sangat jauh tersebut tidak hanya menjadi persoalan geografis, tetapi juga beban ekonomi bagi masyarakat. Banyak keluarga harus mengeluarkan biaya besar untuk transportasi, tempat tinggal, hingga kebutuhan hidup mahasiswa selama menempuh pendidikan di luar daerah.

Editor: Jafar Sembiring

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut