Perjuangkan Kampus URI untuk Aceh, Wali Kota Subulussalam Temui Gubernur URI Donny Ermawan Taufanto
Akibatnya, tidak sedikit lulusan sekolah menengah yang akhirnya mengurungkan niat melanjutkan pendidikan karena keterbatasan kemampuan ekonomi keluarga.Menurut HRB, kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama apabila pemerintah benar-benar ingin mewujudkan pemerataan pendidikan nasional.
"Kehadiran kampus negeri bukan hanya soal membangun gedung perkuliahan, tetapi membuka harapan baru bagi ribuan anak-anak daerah agar memiliki kesempatan yang sama memperoleh pendidikan berkualitas," katanya.
Selain menyampaikan persoalan akses pendidikan, HRB juga menjelaskan arah pembangunan sumber daya manusia yang sedang dijalankan Pemerintah Kota Subulussalam.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah kota terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui berbagai program strategis, termasuk pengembangan Sekolah Rakyat (SR) dan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).
Program tersebut diproyeksikan menjadi fondasi dalam mencetak generasi unggul yang memiliki daya saing di tingkat nasional.Namun, menurut HRB, keberhasilan program pendidikan dasar dan menengah harus diikuti dengan tersedianya akses pendidikan tinggi di daerah.
Tanpa adanya perguruan tinggi negeri, lulusan terbaik dari SR maupun SNT tetap harus keluar daerah untuk melanjutkan studi. Kondisi itu dinilai berpotensi menghambat pemerataan kesempatan pendidikan sekaligus memperbesar biaya yang harus ditanggung masyarakat.
Karena itu, keberadaan Kampus URI di Subulussalam dinilai akan menjadi mata rantai penting yang menyambungkan pendidikan dasar, menengah hingga pendidikan tinggi secara berkelanjutan.
Dalam paparannya, HRB juga menjelaskan posisi strategis Kota Subulussalam. Sebagai kota perbatasan Aceh dan Sumatera Utara, Subulussalam memiliki wilayah pelayanan yang luas. Kehadiran kampus negeri tidak hanya akan melayani mahasiswa asal Kota Subulussalam, tetapi juga masyarakat dari Kabupaten Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Pakpak Bharat, Dairi hingga sejumlah daerah lain di kawasan perbatasan.
Editor: Jafar Sembiring