1.000 Pohon Khas Melayu Ditanam di Bantaran Sungai Deli, Senjata Baru Medan Hadapi Krisis Iklim
Selain perlindungan kawasan hilir, GJI juga menegaskan pentingnya menjaga kawasan hulu daerah aliran sungai (DAS). Kerusakan di wilayah hulu dinilai akan berdampak langsung terhadap kemampuan sungai di hilir dalam mengendalikan aliran air.
"Oleh karena itu, sungai secara utuh, baik hulu maupun hilir, harus dilindungi. Keutuhan fungsi hidrologi sangat bergantung pada kondisi hulu DAS," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, GJI juga menyoroti minimnya ruang terbuka hijau di Kota Medan. Dengan luas wilayah hampir 30 ribu hektare, tutupan ruang hijau dinilai masih jauh dari ideal dan tersebar secara sporadis.
Karena itu, upaya pemulihan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab masyarakat yang tinggal di sekitar sungai, tetapi membutuhkan dukungan seluruh warga Kota Medan. Masyarakat di bantaran sungai harus menjadi subjek dalam upaya pemulihan karena mereka yang terdampak langsung.
“Namun, seluruh masyarakat Kota Medan juga perlu mendukung inisiatif tersebut agar sungai dapat pulih dan perekonomian warga dapat tumbuh tanpa merusak ekosistem," ujarnya.
Melalui gerakan penanaman pohon dan pelestarian daerah aliran sungai, GJI berharap upaya perlindungan lingkungan dapat menjadi langkah nyata dalam mewujudkan keadilan ekologi sekaligus meningkatkan ketahanan Kota Medan terhadap ancaman krisis iklim dan banjir.
Ketua DPP Warga Peduli Sekitar (Wa Pesek), Muhammad Adlin Ginting, mengatakan organisasinya lahir dari kepedulian masyarakat terhadap persoalan lingkungan, sosial, budaya, dan ekonomi.
Sejak berdiri, Wa Pesek telah menjalankan berbagai kegiatan sosial, seperti membantu korban banjir dan kebakaran, donor darah, khitanan massal, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga pemberdayaan masyarakat di kawasan bantaran Sungai Deli.
"Yang dibutuhkan masyarakat di sini sebenarnya sederhana, yaitu rasa kepedulian. Bukan hanya dari masyarakat, tetapi juga dari pemerintah dan semua pihak yang memiliki tanggung jawab terhadap kondisi lingkungan ini," ujarnya.
Editor : Jafar Sembiring