1.000 Pohon Khas Melayu Ditanam di Bantaran Sungai Deli, Senjata Baru Medan Hadapi Krisis Iklim
Hal senada diungkapkan Direktur GJI, Panut Hadisiswoyo. Dikatakannya, Sungai Deli beserta daerah aliran sungainya merupakan benteng perlindungan bagi warga Kota Medan di tengah meningkatnya ancaman krisis iklim dan cuaca ekstrem.
"Tanpa melindungi, melestarikan, dan memulihkan sungai beserta daerah alirannya, keselamatan warga akan selalu terancam," ujarnya.
Menurutnya, aksi penanaman seribu pohon di bantaran sungai diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan sekaligus melindungi kehidupan warga Kota Medan.
Ia menilai banjir besar yang melanda sejumlah wilayah pada akhir tahun lalu menjadi pengingat kawasan perkotaan memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana, terutama di wilayah sekitar sungai.
"Epicentrum bencana di wilayah urban terjadi di sekitar sungai. Karena itu, sungai menjadi salah satu solusi penting untuk mengurangi risiko banjir yang terus berulang," katanya.
GJI menekankan upaya normalisasi sungai sebaiknya dilakukan dengan mengembalikan fungsi alaminya, bukan melalui modifikasi yang mengubah karakter sungai, seperti pelurusan alur atau pembangunan yang mempersempit bantaran.
Menurutnya, pembangunan di kawasan bantaran telah mengurangi ruang gerak air sehingga meningkatkan potensi luapan saat curah hujan tinggi.
"Sungai pada masa lalu memiliki ruang yang cukup untuk menampung debit air besar. Saat ini ruang tersebut menyempit akibat pembangunan di bantaran, sehingga banjir lebih mudah terjadi," ujarnya.
Editor : Jafar Sembiring