get app
inews
Aa Text
Read Next : Sprint Keluar! Kejati Sumut Serius Tangani Dugaan Korupsi di LLDikti I

Nasib 830 Mahasiswa UDA Menggantung, Hasil Rekonsiliasi LLDIKTI Dinilai Hanya Formalitas

Senin, 20 April 2026 | 17:30 WIB
header img
Universitas Darma Agung. Foto: Instagram/@official_universitasdarmaagung

Sejumlah mahasiswa menjelaskan bahwa kekisruhan di Darma Agung ini telah terjadi sejak Februari 2025. Konflik tersebut melibatkan perselisihan antara ahli waris T.D. Pardede (AHU 2022 dan AHU 2025).

Dualisme ini sangat merugikan mahasiswa angkatan (stambuk) 2021 hingga 2024 di seluruh fakultas. Kekacauan bermula saat Dr. Ansori Lubis selaku Rektor Yayasan AHU 2022 mengundurkan diri pada April 2025.

Yayasan AHU 2025 kemudian menunjuk Prof. Dr. Suwardi Lubis sebagai rektor. Di sisi lain, Yayasan AHU 2022 menunjuk Dr. Lilis S. Gultom sebagai rektor pengganti.

Kemenkumham sempat memblokir AHU 2025 pada bulan Mei hingga ada putusan pengadilan yang sah. Namun, pada Oktober 2025, keluar surat yang menunjuk AHU 2025 sebagai penyelenggara rekonsiliasi meski statusnya masih terblokir.

Saat ini, gugatan Yayasan AHU 2022 masih dalam proses banding di Pengadilan Tinggi Medan. Di tengah sengketa ini, Dr. Lilis S. Gultom memutuskan menyerahkan data mahasiswa kepada LLDIKTI agar proses akademik tetap bisa berjalan.

Namun, meski rekonsiliasi 30 Maret menjanjikan validasi selesai dalam tiga minggu, kenyataannya kesepakatan tersebut tidak berjalan mulus. Mahasiswa merasa ada pihak yang sengaja mempersulit proses wisuda mereka.

Kepala Humas LLDIKTI Wilayah I Sumut, Armiadi Asamat, menyatakan bahwa persoalan ini sudah disampaikan kepada pimpinan. "Masih menunggu tanggapan pimpinan," ujarnya singkat.

Warga sekitar kampus UDA turut prihatin melihat kondisi saat ini. Mereka menilai Universitas Darma Agung jauh menurun dibandingkan masa kejayaannya pada era 1980 hingga 1990-an di bawah kepemimpinan T.D. Pardede.

Dulu, UDA adalah primadona Sumatera Utara. Namun kini, setelah dikelola generasi penerus, kampus tersebut dinilai mengalami kemunduran manajemen yang signifikan.

“UDA tidak lagi sehebat dulu. Jumlah mahasiswa turun drastis,” ujar seorang warga. Penurunan ini juga berdampak pada ekonomi warga sekitar, seperti usaha kos-kosan dan warung yang kini sepi pelanggan.

Warga berharap ada evaluasi menyeluruh agar kampus bersejarah ini tidak sampai tutup. "Kami tidak ingin kampus ini tutup, tapi kalau tidak ada perbaikan, kekhawatiran itu bisa jadi kenyataan," tutupnya.

Editor : Jafar Sembiring

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut