get app
inews
Aa Text
Read Next : Sprint Keluar! Kejati Sumut Serius Tangani Dugaan Korupsi di LLDikti I

Nasib 830 Mahasiswa UDA Menggantung, Hasil Rekonsiliasi LLDIKTI Dinilai Hanya Formalitas

Senin, 20 April 2026 | 17:30 WIB
header img
Universitas Darma Agung. Foto: Instagram/@official_universitasdarmaagung

Pihak internal berdalih penundaan terjadi karena proses verifikasi yang belum rampung. Mereka mengklaim harus memastikan keabsahan data serta mencegah adanya pembayaran yang tidak tercatat atau pungutan liar.

Argumen ini sekilas terdengar prosedural. Namun bagi mahasiswa, alasan tersebut tidak menjawab akar persoalan: mengapa setelah rekonsiliasi justru muncul hambatan-hambatan baru?

Pernyataan internal bahkan mengindikasikan kemungkinan wisuda baru dilakukan pada tahap berikutnya, sekitar akhir Mei atau awal Juni. Artinya, janji percepatan wisuda yang digaungkan sebelumnya praktis tak lebih dari sekadar formalitas.

Di titik ini, yang dipertaruhkan bukan sekadar jadwal wisuda, melainkan kredibilitas institusi. Ketika keputusan resmi tidak dijalankan dan pengawasan lemah, mahasiswa menjadi pihak yang paling dirugikan.

Mahasiswa kini mendesak LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara untuk tidak sekadar menjadi fasilitator, tetapi juga penegak komitmen. Tanpa langkah konkret, publik akan menilai konflik ini sebagai cerminan buruk tata kelola pendidikan tinggi.

Saiful Anwar Matondang sebagai pimpinan LLDIKTI didesak untuk turun tangan secara nyata. Ia diminta memastikan kesepakatan dijalankan, menindak pihak yang menghambat, serta membuka transparansi proses verifikasi data.

Tanpa langkah tegas, otoritas pengawas akan dianggap gagal menjalankan fungsinya. Pembiaran ini dapat mencederai kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan nasional.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, rekonsiliasi hanya akan menjadi dokumen tanpa makna. Sementara itu, 830 mahasiswa tetap menunggu kepastian yang tak kunjung datang.

Mahasiswa juga mengingatkan agar polemik ini tidak berubah menjadi “drama” berkepanjangan. Persoalan wisuda menyangkut masa depan, akses kerja, hingga kelanjutan studi mereka.

Kesabaran mahasiswa bukan tanpa batas. Jika situasi ini terus berlarut, bukan tidak mungkin akan muncul gelombang protes yang lebih besar ke permukaan.

Editor : Jafar Sembiring

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut