Tragedi Senter HP Saat Hujan, Istri Tewas Tersambar Petir di Simalungun dan Suami Masuk ICU
SIMALUNGUN, iNewsMedan.id - Musibah nahas menimpa sebuah keluarga di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Saat sedang berteduh dari hujan deras di Latek 32, Afdeling II, Nagori Bandar Betsy I, Kecamatan Bandar Huluan, sepasang suami istri tersambar petir pada Selasa malam (16/6/2026). Akibat kejadian tersebut, sang istri meninggal dunia, sementara suaminya harus menjalani perawatan intensif di ruang ICU.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Simalungun, AKP Verry Purba, mengonfirmasi peristiwa tersebut pada Rabu (17/6/2026). Ia menyampaikan bahwa tindakan cepat yang dilakukan jajaran Polsek Bandar Huluan merupakan wujud komitmen Polres Simalungun untuk selalu hadir secara humanis dan sigap dalam setiap situasi yang dihadapi masyarakat.
"Begitu informasi diterima, Kapolsek langsung memerintahkan personel untuk segera turun ke lapangan. Inilah wujud nyata Polri yang tidak menunggu, tetapi bergerak cepat untuk masyarakat," ujar AKP Verry Purba.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, peristiwa bermula pada Selasa (16/6/2026) sekira pukul 20.00 WIB. Korban Suratman Damanik (49) bersama istrinya, Lirahayu Siregar (30), dan ketiga anak mereka—Nyumanda Fahri Damanik (11), Geisan Damanik (6), dan Dafri Suhada Damanik (3)—sedang dalam perjalanan pulang ke rumah di Huta II, Nagori Tanjung Hataran.
Di tengah perjalanan, hujan lebat mengguyur wilayah tersebut, memaksa mereka berhenti untuk berteduh di Latek 32 Afdeling II. Dalam kondisi gelap, Lirahayu menyalakan senter ponsel untuk menerangi area tempat mereka berteduh. Tiba-tiba, petir menyambar dan mengenai keduanya.
Editor : Jafar Sembiring