Puasa Tapi Emosi Meledak? Tenang, Nggak Batal: Tapi Bisa Boncos Pahala!
Artinya apa? Kalau masih hobi ngamuk, ngomel kasar, atau toxic, puasanya memang sah secara fikih, tapi nilai spiritualnya bisa kosong.
Kata Ulama: Sah, Tapi Rugi
Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa larangan berkata kotor dan bertengkar saat puasa menunjukkan bahwa perbuatan itu mengurangi kesempurnaan puasa dan pahalanya, meskipun tidak membatalkan secara hukum.
Sementara Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menerangkan bahwa makna “puasa adalah perisai” yaitu pelindung dari maksiat dan api neraka. Tapi kalau yang puasa justru marah-marah dan berbuat dosa, maka fungsi “perisai” itu jadi lemah.
Jadi jelas: marah tidak membatalkan puasa, tapi bisa menghilangkan pahala dan merusak esensi puasa itu sendiri.
Kenapa Marah Berbahaya Saat Puasa?
Secara spiritual, puasa itu latihan sabar. Bahkan dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)
Tujuan akhirnya adalah takwa. Nah, kalau masih gampang tersulut emosi, berarti target “upgrade takwa” belum maksimal.
Editor : Ismail