Puasa Tapi Emosi Meledak? Tenang, Nggak Batal: Tapi Bisa Boncos Pahala!
MEDAN, iNewsMedan.id – Bulan Ramadan harusnya jadi momen nahan lapar, haus, dan… emosi. Tapi realitanya, masih ada aja yang gampang “meledak” padahal lagi puasa. Pertanyaannya: marah-marah itu bikin puasa batal nggak sih?
Jawabannya: tidak membatalkan puasa, tapi bisa bikin pahala puasa tergerus, bahkan habis kalau nggak dijaga.
Dalil: Puasa Itu Bukan Sekadar Tahan Lapar
Dalam hadis sahih riwayat Imam al-Bukhari, Rasulullah bersabda:
“Puasa adalah perisai. Maka janganlah ia berkata kotor dan jangan berbuat bodoh (rafats dan jahl). Jika ada orang yang mencacinya atau mengajaknya berkelahi, hendaklah ia berkata: ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa.’”
(HR. Bukhari)
Hadis ini tegas banget: orang puasa dilarang berkata kotor, ribut, atau marah yang nggak terkendali.
Dalam hadis lain yang juga diriwayatkan Imam al-Bukhari, Rasulullah bersabda:
“Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh dia meninggalkan makan dan minumnya.”
(HR. Bukhari)
Artinya apa? Kalau masih hobi ngamuk, ngomel kasar, atau toxic, puasanya memang sah secara fikih, tapi nilai spiritualnya bisa kosong.
Kata Ulama: Sah, Tapi Rugi
Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa larangan berkata kotor dan bertengkar saat puasa menunjukkan bahwa perbuatan itu mengurangi kesempurnaan puasa dan pahalanya, meskipun tidak membatalkan secara hukum.
Sementara Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menerangkan bahwa makna “puasa adalah perisai” yaitu pelindung dari maksiat dan api neraka. Tapi kalau yang puasa justru marah-marah dan berbuat dosa, maka fungsi “perisai” itu jadi lemah.
Jadi jelas: marah tidak membatalkan puasa, tapi bisa menghilangkan pahala dan merusak esensi puasa itu sendiri.
Kenapa Marah Berbahaya Saat Puasa?
Secara spiritual, puasa itu latihan sabar. Bahkan dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)
Tujuan akhirnya adalah takwa. Nah, kalau masih gampang tersulut emosi, berarti target “upgrade takwa” belum maksimal.
Jadi Gimana Sikap yang Benar?
Kalau lagi puasa dan ada yang mancing emosi, Nabi sudah kasih solusi simpel tapi powerful: bilang dalam hati atau lisan, “Saya sedang puasa.” Itu semacam self-reminder biar nggak kebawa nafsu.
Puasa itu bukan cuma soal kuat nahan lapar 14 jam, tapi juga kuat nahan ego. Jadi kalau masih marah-marah tiap hari, mungkin bukan puasanya yang batal, tapi vibes sabarnya yang perlu di-reset.
Ramadan cuma sebulan. Sayang banget kalau cuma dapat haus dan lapar, tapi nggak dapat pahala maksimal. Jadi, siap upgrade sabar hari ini?
Editor : Ismail