Bertahan dalam Sakit, Pengorbanan Tengku Zamansyah Menjadi Badut Demi Pendidikan Anak

Junaidin Zai
Tengku Rabiul Zamansyah (57), duduk beristirahat di samping kostum badut yang biasa digunakannya untuk mencari nafkah di jalanan. Foto: Junaidin Zai/iNewsMedan.id

"Orang istri pun udah sakit-sakitan, dia kan ada darah tinggi, gula, lemah jantung. Udah nggak bisa kerja juga."

"Nggak ada pilihan. Mau usaha modal nggak ada. Hanya mengharapkan belas kasihan orang, nggak mungkin."

Bagi Zamansyah menjadi badut bukanlah pekerjaan yang mudah. Tidak pandai ia berjoget. Badannya kaku. Belum lagi soal pinggangnya.

"Ya gini aja lah pakai kostum badut, menghibur, joget-joget aja gitu kan. Sebetulnya nggak pandai juga joget-joget," ucapnya.

Ia mengatakan pernah beberapa kali didata untuk menerima bantuan sosial. Namun bantuan yang dijanjikan tidak kunjung diterima. Pengalaman itu membuatnya enggan kembali mengikuti pendataan.

"Dari BLT, bansos, apa semua. Yang diminta Kartu Keluarga kita, tapi bantuannya nggak ada," ujar Zamansyah.

Kini ia memilih mengandalkan penghasilannya sendiri. Meminta uang secara langsung, menurut dia, membuatnya malu. Kostum badut menjadi cara untuk mendapatkan uang tanpa harus menengadahkan tangan kenorang lain.

Zamansyah sadar pekerjaan itu bukan sesuatu yang pernah ia cita-citakan. Namun di usia yang mendekati 60 tahun, dengan tubuh yang tak lagi sekuat dulu dan keluarga yang masih membutuhkan biaya, ia merasa tidak punya banyak pilihan.

"Apapun ceritanya, berusaha aja," kata Zamansyah.

Editor : Jafar Sembiring

Sebelumnya
Halaman : 1 2 3 4

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network