Bertahan dalam Sakit, Pengorbanan Tengku Zamansyah Menjadi Badut Demi Pendidikan Anak

Junaidin Zai
Tengku Rabiul Zamansyah (57), duduk beristirahat di samping kostum badut yang biasa digunakannya untuk mencari nafkah di jalanan. Foto: Junaidin Zai/iNewsMedan.id

Walau pendapatannya tak seberapa, ia menjalani profesi penarik becak dengan tekun. Semua demi keluarga dan pendidikan anak-anaknya.

Lama Menahan Sakit, Kehidupan Terasa Semakin Penat

Sudah setengah tahun Zamansyah menjalani kehidupan sebagai penarik becak. Selama itu pinggangnya tetap terasa sakit. Suatu hari, sakit pinggang itu tak tertahan lagi. Menarik becak menuntutnya banyak bergerak. Sungguh, katanya, sakitnya luar biasa.

Situasi yang dihadapi Zamansyah dilematis. Di satu sisi tubuhnya menanggung derita, sisi lainnya kehidupan harus terus berlangsung. Hingga akhirnya ia berani mengambil sebuah keputusan.

"Saya jual becak itu. Laku Rp2,5 juta dan Rp1 juta saya belilah kostum badut ini," ucap Zamansyah ketika berbincang dengan iNewsMedan.id, di Jalan Senam, Sabtu (5/9/2026). 

Kini, empat tahun setelah kejadian nahas yang menimpanya, pria yang sudah berusia 57 tahun ini, tabah menjalani kehidupan sebagai badut jalanan.

Zamansyah memiliki hunian di kawasan Mandala, Kecamatan Medan Denai. Setiap hari ia berjalan kaki dari sana ke pusat keramaian. Misalnya di Jalan Bromo, kawasan Pasar Merah, dan Teladan.

Editor : Jafar Sembiring

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network