Walau pendapatannya tak seberapa, ia menjalani profesi penarik becak dengan tekun. Semua demi keluarga dan pendidikan anak-anaknya.
Lama Menahan Sakit, Kehidupan Terasa Semakin Penat
Sudah setengah tahun Zamansyah menjalani kehidupan sebagai penarik becak. Selama itu pinggangnya tetap terasa sakit. Suatu hari, sakit pinggang itu tak tertahan lagi. Menarik becak menuntutnya banyak bergerak. Sungguh, katanya, sakitnya luar biasa.
Situasi yang dihadapi Zamansyah dilematis. Di satu sisi tubuhnya menanggung derita, sisi lainnya kehidupan harus terus berlangsung. Hingga akhirnya ia berani mengambil sebuah keputusan.
"Saya jual becak itu. Laku Rp2,5 juta dan Rp1 juta saya belilah kostum badut ini," ucap Zamansyah ketika berbincang dengan iNewsMedan.id, di Jalan Senam, Sabtu (5/9/2026).
Kini, empat tahun setelah kejadian nahas yang menimpanya, pria yang sudah berusia 57 tahun ini, tabah menjalani kehidupan sebagai badut jalanan.
Zamansyah memiliki hunian di kawasan Mandala, Kecamatan Medan Denai. Setiap hari ia berjalan kaki dari sana ke pusat keramaian. Misalnya di Jalan Bromo, kawasan Pasar Merah, dan Teladan.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
