Kombinasikan Agroforestri dan Ekspor: 2,5 Ton Kopi Tapanuli Selatan Siap Tembus Pasar Singapura

Jafar
Peresmian rumah penjemuran kopi (dry house) dan penanaman bibit kopi di Desa Marancar Godang. Foto: Istimewa

Panut menegaskan, keberadaan rumah penjemuran kopi (dry house) bertujuan meningkatkan nilai tambah produk lokal agar masyarakat tidak lagi bergantung pada penjualan bahan mentah (green bean). 

"Pengiriman 2,5 ton kopi ke Singapura pun menjadi langkah awal pembuka akses pasar internasional," terangnya.

Dukungan serupa disampaikan Sekretaris Daerah Tapanuli Selatan, Sofyan Adil, yang hadir mewakili Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu. Sofyan mendorong para petani untuk gencar melakukan inovasi dan hilirisasi.

"Jadikan tempat ini sebagai wadah kolaborasi, ruang belajar, dan inkubator bisnis bagi pelaku UMKM, ekonomi kreatif, serta generasi muda," kata Sofyan. Ia juga menambahkan bahwa sektor pertanian berbasis kelestarian lingkungan dan pariwisata menjadi pilar penting dalam mempercepat pemulihan ekonomi daerah.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Tapanuli Selatan periode 2010–2015 dan 2016–2021, Syahrul M. Pasaribu. Ia mengingatkan pentingnya aspek legalitas dan perizinan dari Kementerian Kehutanan dalam pemanfaatan kawasan hutan produksi untuk tanaman kopi.

Editor : Jafar Sembiring

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network