MEDAN, iNewsMedan.id - Seorang guru Sekolah Dasar (SD) Negeri 060708 di Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), berinisial DAL diduga memukul siswanya. Akibatnya, sejumlah wali murid keberatan dan mengadukan kejadian itu ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Medan, pada Rabu (26/8/2026).
Dugaan tindakan itu disebut terjadi pada Kamis, 20 Agustus 2026, di kelas 5C. DAL, kata Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Mujiono, jika ia telah diberikan Surat Peringatan.
"Guru tersebut tidak lagi dapat jam mengajar. Dia piket saja, tidak boleh masuk kelas. Kekhawatirannya siswa yang lain takut belajar," kata Mujiono, kepada iNewsMedan.id, Jumat (28/8/2026).
Mujiono juga mengatakan, jika pihaknya telah memfasilitasi pertemuan dengan sejumlah orang tua dan siswa untuk mendengarkan persoalan tersebut.
"Hari Selasa 1 September 2026, kami sudah suruh kepala sekolahnya untuk memberikan klarifikasi," katanya.
Dilain sisi, Adiana, selaku Kepala sekolah, memberikan penjelasan mengenai kejadian tersebut. Ia mengatakan peristiwa bermula ketika DAL yang mengajar pelajaran Bahasa Inggris memasuki kelas 5C untuk menanyakan tugas yang belum dikerjakan siswa.
Menurut Adiana, tugas tersebut telah diberikan sekitar dua pekan sebelumnya tetapi belum diselesaikan oleh sejumlah siswa. Ia kemudian memberikan hukuman berupa gerakan fisik atau squat jump.
Adiana membantah bahwa tindakan guru tersebut merupakan penganiayaan. Menurut dia, guru bermaksud memberikan teguran kepada siswa.
"Hari Kamis lalu guru Bahasa Inggris masuk ke ruang kelas 5C menanyakan mana tugasnya. Sudah dua minggu tidak selesai-selesai, disuruh pompa (squat jump) itu saja," kata Adiana.
Adiana membantah bahwa tindakan guru tersebut merupakan penganiayaan. Menurut dia, guru bermaksud memberikan teguran kepada siswa.
Pun begitu, kata Adiana, pihaknya telah meminta maaf kepada para wali murid. Namun, berdasarkan penjelasan Mujiono, terdapat pula laporan bahwa seorang siswa dipukul menggunakan buku di bagian bahu.
"Kepala sekolahnya juga nanti akan kita berikan surat peringatan," ucapnya.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
