Kolang-Kaling Bukan Bikin Glowing, Ini Manfaat yang Sebenarnya untuk Tubuh

Ismail
Anggota Komisi X DPR RI Sofyan Tan menyerahkan cinderamata kepada narasumber Peneliti BRIN Suzanne Laura Liwu sebelum dimulainya Bimtek pengolahan kolang-kaling di Hotel Le Polonia, Medan, Jumat (24/7/2026). Foto: Ismail/iNewsMedan.id

MEDAN, iNewsMedan.id – Selama ini kolang-kaling kerap dipercaya masyarakat mengandung kolagen yang membuat kulit menjadi glowing. Namun anggapan tersebut dipastikan hanya mitos. Meski begitu, buah aren ini tetap memiliki banyak manfaat kesehatan dan bahkan menyimpan potensi ekonomi yang besar jika diolah menjadi produk bernilai tambah.

Fakta tersebut mengemuka dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) pengolahan kolang-kaling yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. H. Sofyan Tan, di Hotel Le Polonia, Medan, Jumat (24/7/2026).

Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. H. Sofyan Tan, meluruskan anggapan bahwa kolang-kaling mengandung kolagen sehingga dapat membuat kulit menjadi glowing.

"Kolagen itu hanya berada di hewan, bukan di tumbuhan. Jadi mitos itu tidak benar, kalau kita makan kolang-kaling wajah kita otomatis glowing. Tetapi, mari kita lihat apa fungsi dari kandungan kolang-kaling yang sebenarnya," ujar Sofyan Tan.

Menurutnya, kolang-kaling tetap memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Kandungan airnya mencapai sekitar 94 hingga 96 persen sehingga membantu mencegah dehidrasi. Buah ini juga mengandung sekitar 1,6 gram serat per 100 gram yang bermanfaat melancarkan pencernaan secara alami.

Selain itu, kandungan kalsium kolang-kaling mencapai 91 miligram per 100 gram atau mendekati kandungan kalsium susu sapi sekitar 125 miligram per 100 gram, sehingga berpotensi membantu menjaga kesehatan tulang dan sendi. Tingginya kandungan serat juga membuat rasa kenyang bertahan lebih lama sehingga baik dikonsumsi saat menjalani program penurunan berat badan. Kolang-kaling juga dinilai dapat membantu mengontrol kadar gula darah selama pengolahannya tidak menggunakan gula secara berlebihan.

Di hadapan peserta, Sofyan Tan juga menceritakan pengalamannya memperkenalkan kolang-kaling yang menjadi pelengkap rujak khas Medan kepada rekan-rekannya dari luar daerah.

"Kalau ada teman-teman dari luar Medan datang, saya selalu ajak makan rujak Medan. Yang pertama habis justru kolang-kalingnya. Mereka bilang rasanya enak dan segar," katanya.

Editor : Ismail

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network