Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Jika PTN Gratis, KIP Kuliah Diusulkan Fokus ke Kampus Swasta
Advertisement . Scroll to see content

Sebungkus Tape dan Doa Tahajud yang Mengantar Hamzani ke Bangku Kuliah

Sabtu, 26 September 2026 | 15:23 WIB
  • author Ismail
Sebungkus Tape dan Doa Tahajud yang Mengantar Hamzani ke Bangku Kuliah
Sofyan Tan bertemu Muhammad Rizal dan Asyuni Azramsyah di Kampus ST Bhinneka, Sabtu, 26 September 2026. (Foto: Istimewa).

MEDAN, iNewsMedan.id-  Doa Asyuni Azramsyah setiap sepertiga malam akhirnya menemukan jawaban. Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai pembantu rumah tangga itu tak pernah berhenti memohon agar anaknya, Hamzani Mubaraq, bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Sejak lulus SMA pada Mei 2026, impian Hamzani untuk kuliah nyaris pupus. Ijazahnya masih tertahan karena keluarganya belum mampu melunasi tunggakan uang sekolah selama beberapa bulan.

Di tengah kondisi itu, sebuah pertemuan singkat di tepi Jalan Sunggal mengubah keadaan.

Muhammad Rizal, suami Asyuni, tak sengaja bertemu dengan dr Sofyan Tan saat melintas di depan lapak tape miliknya akhir pekan lalu. Rizal kemudian memberanikan diri menghampiri Sofyan Tan dan menceritakan kondisi anaknya yang ingin kuliah, tetapi ijazahnya masih tertahan.

Pertemuan itu berlangsung tak sampai dua menit. Namun, cerita Rizal rupanya membekas bagi Sofyan Tan.

Lapak tape tersebut hanya berjarak sekitar 100 meter dari sekolah yang didirikannya. Di kawasan yang sama juga berdiri kampus tempat ia mengembangkan pendidikan. Kondisi itu membuat Sofyan Tan kembali berpikir tentang masih adanya keluarga yang kesulitan mengakses pendidikan.

Hari-hari berikutnya, sebungkus tape yang dibawa dari lapak Rizal kembali mengingatkannya pada pertemuan tersebut.

Sofyan Tan kemudian meminta staf ahli di Rumah Aspirasi dr Sofyan Tan mencari dan memverifikasi kondisi keluarga Rizal.

Hasil penelusuran menunjukkan keluarga tersebut masih tinggal mengontrak di rumah sederhana di Jalan Setiabudi Gang Untung, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang. Kondisi rumahnya juga tergolong sederhana, dengan sebagian dinding bagian dalam masih berupa plester kasar tanpa cat dan bagian luar belum diplester.

Yang tak kalah berat, Hamzani harus bekerja untuk mengumpulkan uang demi menebus ijazahnya yang tertahan.

Setelah mengetahui kondisi tersebut, Sofyan Tan meminta agar tunggakan uang sekolah Hamzani dilunasi menggunakan uang pribadinya. Hamzani juga diarahkan untuk segera mendaftar program KIP Kuliah.

Namun, persoalan lain muncul. Data keluarga Rizal dan Asyuni saat itu tercatat dalam desil 6-10 sehingga belum masuk kategori penerima yang dapat diusulkan untuk mendapatkan bantuan tersebut.

Editor: Ismail

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut