MEDAN, iNewsMedan.id - Penanganan pasien serangan jantung berpacu dengan waktu. Murni Teguh Memorial Hospital (MTMH) Medan memperkuat penerapan CODE STEMI untuk mempercepat proses penanganan pasien sejak mendapat pertolongan hingga menjalani tindakan medis.
CODE STEMI sudah diterapkan MTMH sejak 2023. Sistem ini menghubungkan keluarga pasien dengan rumah sakit melalui aplikasi Murni Teguh.
Lewat menu Heart & Stroke, keluarga pasien dapat menghubungi rumah sakit, melakukan video call dan membagikan lokasi pasien. Informasi tersebut menjadi bagian dari koordinasi tim medis sebelum pasien tiba di rumah sakit.
Presiden Direktur PT Murni Sadar Tbk, Dr. dr. Mutiara, MHA, MKT, DABRM, DABLM, mengatakan sistem tersebut dibuat untuk mempercepat penanganan pasien jantung dan stroke.
“CODE STEMI dibuat untuk mempercepat penanganan pasien jantung dan stroke. Dalam aplikasi Murni Teguh tersebut, keluarga bisa share lokasi pasien dan video call dengan pihak RS sehingga tim dapat menjemput pasien, memantau dan memberikan panduan pertolongan awal,” katanya.
Hal itu disampaikan Mutiara bersama CEO Mr. Thean Khor, Direktur MTMH dr. Tuan Juniar Situmorang, M.Kes, Ketua Program Studi PPDS RSPPU Jantung dr. Nizam Zikri Akbar, Sp.JP(K), FIHA, Direktur Operasional PT Murni Sadar Tbk dr. Jong Khai, MARS, serta Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan MTMH dr. Bangbang Buhari, MKM, dalam kegiatan World Heart Day 2026 di MTMH Medan, Selasa, 29 September 2026.
Mutiara mengatakan penanganan penyakit jantung tidak cukup hanya dengan fasilitas dan teknologi. Kesiapan tenaga medis dan koordinasi juga menjadi bagian penting.
“Momentum World Heart Day 2026 menjadi kesempatan untuk kembali mengingatkan pentingnya sistem penanganan serangan jantung yang cepat dan terintegrasi. Pelayanan jantung tidak hanya membutuhkan fasilitas dan teknologi, tetapi juga sumber daya manusia yang siap, koordinasi yang efektif, serta sistem yang dijalankan secara konsisten untuk memberikan pelayanan yang aman dan berkualitas bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat, khususnya yang berusia 40 tahun ke atas, agar rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.
“Seperti di Taiwan, seluruh orang yang berusia 40 tahun ke atas harus di-EKG. Ini harus kita lakukan juga sehingga kita bisa menurunkan angka kematian penyakit jantung,” ujarnya.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
